MODEL OPERASIONAL BKB – POSYANDU – PAUD

Posted: Agustus 29, 2009 in Buku

MODEL OPERASIONAL

BKB – POSYANDU – PAUD

DINAS KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL KELUARGA

BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KABUPATEN KULON PROGO

TAHUN 2007

MODEL OPERASIONAL

BKB-POSYANDU-PAUD

Oleh:

Tim Pengembangan Model Operasional

BKB-Posyandu-PAUD

DINAS KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL KELUARGA

BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KABUPATEN KULON PROGO

TAHUN 2007

TIM PENGEMBANGAN MODEL:

  1. Hj. Wiwik Toyo Santoso Dipo
  2. Drs. R. Dwi Wicaksana BS
  3. Drs. Mardiya
  4. Drs. Haryana
  5. Paryanta, SKM

SAMBUTAN KA DINAS DUKCAPILKABERMAS

KABUPATEN KULON PROGO

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam Sejahtera,

Sudah menjadi tekad pemerintah Kabupaten Kulon Progo sekarang ini untuk  meningkatkan   kualitas   Sumber   Daya   Manusia (SDM)

secara bersungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap potensi dan kemampuan yang dimiliki, agar mampu berkompetisi dalam era globalisasi. Dengan “Kulon Progo  Go International”  yang telah dicanangkan oleh Bupati Kulon Progo Bapak H. Toyo Santoso Dipo, siap tidak siap kita sebagai pribadi maupun himpunan masyarakat Kulon Progo, harus siap menghadapinya. Era globalisasi selalu ditandai dengan ketatnya persaingan, yang mengandung makna bahwa hanya SDM yang berkualitas saja yang akan dapat memenangkan persaingan serta dapat mewujudkan obsesi “Kulon Progo Go International”.

Kegiatan BKB-Posyandu-PAUD adalah tiga kegiatan yang memiliki peranan besar dalam rangka menyiapkan SDM masa depan yang tidak saja sehat, cerdas, dan trampil, tetapi juga berbudi pekerti luhur dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Oleh karena itu, ketiga kegiatan yang diampu oleh Dinas/SKPD yang berbeda-beda, yakni BKB oleh Dinas Dukcapilkabermas, Posyandu oleh Dinas Kesehatan dan PAUD oleh Dinas Pendidikan, kiranya perlu disinergikan agar dapat saling mendukung serta memperkuat satu sama lain. Hal ini mengingat ketiganya memiliki muara tujuan yang sama, yaitu menciptakan generasi masa depan yang berkualitas dengan ciri dan karakteristik seperti yang telah dipaparkan di atas.

Dalam kerangka kepentingan anak, melalui Dinas Dukcapilkabermas yang dimotori oleh Subdin KB menyumbangkan sedikit pemikiran untuk mengembangkan model operasional BKB-Posyandu-PAUD yang terpadu bersama-sama dengan dinas/instansi/lembaga/SKPD terkait seperti PKK, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Bagian Kesra. Harapan kami, model operasional tersebut benar-benar aplikatif, efektif dan memiliki daya ungkit tinggi untuk semakin menggairahkan ketiga kegiatan tersebut di masyarakat, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama dapat tercapai.

Kami menyadari bahwa naskah ini tentu tidak luput dari kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah bahwa model operasional yang dipaparkan dalam buku ini lebih bersifat ketentuan-ketentuan umum. Hal ini mengandung maksud tidak mengurangi kebebasan pihak pengelola di lapangan atau masyarakat untuk berkreativitas, mencari bentuk yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi wilayah masing-masing sehingga semua kegiatan dapat berjalan efektif dan efisien serta saling menunjang satu sama lain.

Akhir kata, semoga buku pedoman model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini dapat menjadi pegangan bersama untuk melangkah membangun generasi masa depan yang mandiri dan berkualitas, yang mampu membawa kemajuan masyarakat Kulon Progo di masa yang akan datang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera.

Kepala,

Drs. Sarjana

NIP. 490025004

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini tepat pada waktunya.

Penyusunan model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini dimaksudkan untuk menciptakan model operasional yang ideal agar kegiatan BKB-Posyandu-PAUD dapat berjalan seiring, selaras dan seimbang sehingga ketiganya dapat bersinergi dalam menciptakan sumber daya manusia masa depan yang berkualitas. Artinya, tidak hanya sehat, cerdas dan trampil tetapi juga bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi bekerti luhur, serta memiliki apresiasi terhadap seni dan budaya yang baik.

Dalam penyusunan model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini banyak kendala yang kami temui. Namun atas arahan, bantuan pemikiran, dan masukan dari berbagai pihak, kendala dan kesulitan yang kami hadapi dapat kami selesaikan dengan sebaik-baiknya. Sehubungan dengan itu, atas selesainya penyusunan model operasional ini kami mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Kepala Dinas Dukcapilkabermas Kabupaten Kulon Progo, Drs. Sarjana, dan Kasubdin KB, Drs. Habib Al Asyhari yang telah memberikan sumbang saran dan pemikiran dasar dalam pengembangan model operasional yang efektif, berbasis keterpaduan dan semangat kebersamaan.
  2. Kepala Dinas/Instansi terkait terutama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Bagian Kesra Setda Kulon Progo yang telah menugaskan stafnya yang berkompeten, sehingga penyusunan model operasional ini dapat berjalan lancar.
  3. Pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan model operasional  BKB-Posyandu-PAUD ini.

Semoga amal kebaikannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kami berharap semoga model operasional BKB-Posyandu-PAUD yang telah dikembangkan secara terpadu ini dapat menjadi model operasional yang efektif dan efisien dalam rangka menciptakan SDM yang berkualitas dalam rangka menghadapi era globalisasi yang penuh persaingan.

Wates,  15 November 2007

Tim Pengembangan Model

DAFTAR ISI

SAMBUTAN KA DINAS DUKCAPILKABERMAS KAB KULON PROGO..              i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………….           ii

DAFTAR ISI  …………………………………………………………………..          iii

BAB    I.          PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ………………………………………………..        1
  2. Tujuan …………………………………………………………      3
  3. Ruang Lingkup
    1. Sasaran……………………………………………………        4
    2. Jangkauan Wilayah ………………………………………        5
    3. Dasar Hukum …………………………………………………       5

BAB    II.         PENGELOLAAN KEGIATAN

  1. Pengorganisasian ………………………………………………      7
  2. Tugas dan Fungsi ………………………………………………     9

BAB    III.       KEGIATAN POKOK DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN

MODEL OPERASIONAL

A.   Kegiatan Pokok …………………………………………………   11

  1. Tahapan Pengembangan Model Operasional…………………. .     11

BAB    IV.       PEMBINAAN, MONITORING DAN EVALUASI SERTA

PENDANAAN

  1. Pembinaan ……………………………………………………….   17
  2. Monitoring  dan Evaluasi…………………………………………  17
  3. Pendanaa……………………………………………………………………………..  18

BAB    V.        PENUTUP ………………………………………………………….    19

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Masa balita merupakan masa emas karena pada usia ini perkembangan otak berjalan sangat cepat, sementara tumbuh kembang lainnya juga berlangsung pesat. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, perkembangan otak telah mencapai 25% pada saat dilahirkan dan mencapai 50% pada saat anak berusia 4 tahun. Selanjutnya mencapai 80% pada usia 8 tahun dan 100%  di usia 18 tahun. Oleh karena itu, masa ini merupakan saat yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui stimulasi pendidikan, pola pengasuhan yang baik, pemberian asupan  gizi yang cukup  serta pemantauan dan perawatan kesehatan anak secara kontinyu.

Pada saat ini pemerintah telah banyak memberikan perhatian terhadap berbagai usaha dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, penerapan pola asuh yang ideal dan  pemeliharaan kesehatan serta pemberian asupan gizi yang seimbang. Harapannya  proses tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal sehingga tercipta sumber daya manusia masa depan yang sehat, cerdas, trampil, berkepribadian luhur serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Bentuk perhatian pemerintah ini tercermin dengan digalakkannya kembali kegiatan BKB dan Posyandu serta dikembangkannya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD – dahulu disebut  PADU : Pendidikan Anak Dini Usia) dengan kegiatan seperti Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Perhatian pemerintah ini ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat seiring dengan tumbuhnya kesadaran baru bahwa proses tumbuh kembang anak  akan berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan anak selanjutnya.

Sayang, kegiatan BKB, Posyandu dan PAUD selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri sehingga ada kesan di masyarakat bahwa ketiga kegiatan tersebut berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan akhir yang tidak ada kaitannya satu sama lain. Sementara apabila didalami lebih jauh, ketiga kegiatan tersebut sebanarnya dapat dipadukan/disinergikan karena satu sama lain saling mengisi dan melengkapi, terutama bila hal ini dikaitkan dengan tujuan perndidikan untuk menjadikan “Anak Indonesia Sehat, Cerdas, Bercita-cita Tinggi dan Berakhlak mulia” yang berdimensi holistik. Sebab kenyataan menunjukkan, mereka yang sukses di masyarakat tidak selalu hanya pintar secara intelektual, tetapi juga yang juga baik kecerdasan sosial dan motoriknya.

Selama ini BKB dikenal sebagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kesadaran dan sikap orangtua serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang balita. Sementara Posyandu adalah kegiatan dalam rangka pelayanan kesehatan dan pemantauan status gizi bagi anak dengan harapan anak dapat tumbuh sehat dan ceria. Pelayanan kesehatan ini juga berlaku untuk masyarakat umum termasuk lansia. Sedangkan PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan pada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (pasal 1 butir 14). Dari beberapa pengertian tersebut dapat diketahui bahwa sasaran BKB adalah orangtua (ayah/ibu) dan anggota keluarga lainnya, Posyandu orangtua dan anak termasuk di dalamnya  masyarakat umum dan lansia, sedangkan PAUD sasarannya adalah anak.

Agar di masa depan kegiatan BKB, Posyandu dan PAUD dapat berjalan seiring, sinergis dan terpadu serta dapat saling melengkapi/menunjang diperlukan pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD secara terpadu yang efektif dan efisien ditinjau dari sisi waktu dan tempat, tenaga, biaya dan penggunaan sarana prasarana.

  1. B. Tujuan
    1. Tujuan Umum

Pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD dilakukan dalam rangka menggiatkan dan menggerakkan kegiatan BKB-Posyandu-PAUD di dusun secara terpadu  sehingga dapat efektif dan efisien dalam rangka mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak.

  1. Tujuan Khusus

Secara khusus tujuan pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya  model operasional   BKB-Posyandu-PAUD secara terpadu yang efektif dan efisien.
  2. Kader memiliki petunjuk yang jelas dalam penyelenggaraan BKB-Posyandu-PAUD di tingkat Dusun.
  3. Terciptanya pola pembinaan terpadu yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi Petugas Lapangan Dinas/Instansi/SKPD  terkait.
  4. C. Ruang Lingkup
    1. Sasaran
      1. Sasaran Langsung

Sasaran langsung pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD adalah Kader BKB, Posyandu dan PAUD.

  1. Sasaran Tidak Langsung

Sasaran tidak langsung dari pengembangan model operasional ini adalah:

-         TP PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa

-         Penyuluh KB (PKB)

-         Koordinator PKB

-         Koordinator PPKBD

-         Forum PAUD Kabupaten dan Kecamatan

-         Ketua Him PAUDI

-         Petugas Puskesmas

-         Kasi Pendidikan Kecamatan

-         Ka Kantor Depag

-         Ka Subdin PLS Dinas Pendidikan

-         Kasi Dikmas Subdin PLS

-         Ka Subdin Bindal Yankes Dinas Kesehatan

-         Kepala KUA

-         Penyuluh Agama Desa

-         Kabag Kesra

-         Petugas Pendidikan Luar Sekolah (PLS)

-         Tenaga Pendamping Kelompok BKS

-         Karang Taruna/Saka Kencana

-         Dinas/Instansi/SKPD  terkait

-         Dll

  1. Jangkauan Wilayah

Pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini di masa mendatang diharapkan dapat diterapkan ke seluruh dusun di wilayah Kabupaten Kulon Progo yang ada kegiatan BKB, Posyandu dan PAUD. Namun untuk kepentingan pengkajian efektivitas, masalah dan tantangan yang dihadapi serta evaluasi kelancaran pelaksanaannya dalam rangka penyempurnaan model pengelolaan di masa depan maka pengembangan model operasional baru akan diujicobakan di 12 Kecamatan dengan masing-masing kecamatan 3 kelompok yang di wilayah dusunnya ada kegiatan Posyandu, BKB dan  PAUD. Posyandu yang dimaksud di sini juga termasuk Yandu Plus, yaitu kegiatan Posyandu yang sudah memadukan  berbagai pelayanan kesehatan dengan kegiatan lainnya seperti kegiatan Bina Keluarga Sejahtera (BKS) yang terdiri dari BKB, BKR dan BKL, kegiatan UPPKS, PAUD dan sebagainya.

  1. D. Dasar Hukum

Pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD dan pelaksanaannya di lapangan mendasarkan pada landasan hukum sebagai berikut:

  1. UU No 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera
  2. UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  3. UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  4. UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
  5. PP No 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera

BAB II

PENGELOLAAN KEGIATAN

  1. A. Pengorganisasian

Agar kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat/keluarga sasaran, maka pengelolaan kegiatan dalam model operasional BKB-Posyandu-PAUD yang dikembangkan mengacu pada Model Pengorganisasian sebagai berikut:

  1. Tim Pembina Tingkat Kabupaten

Ketua               :  Ketua TP PKK Kabupaten

Sekretaris         :  Ka Subdin PLS Dinas Pendidikan

Bendahara        :  Ketua Pokja II PKK Kabupaten

Anggota           :  -  Ketua Pokja IV PKK Kabupaten

-  Ka Subdin KB Dinas Dukcapilkabermas

-  Kasi Ketahanan Keluarga Subdin KB

-  Kasi Dikmas Subdin PLS

-  Ka Subdin Bindal Yankes Dinas Kesehatan

-  Kasi Promosi Kesehatan Subdin Bindal Yankes

-  Ka Bag Kesra Setda Kulon Progo

-  Ketua Forum PAUD Kabupaten

-  Ketua Him PAUDI

-  Ka Kan Depag Kulon Progo

  1. Tim Pembina Tingkat Kecamatan

Ketua               :  Ketua TP PKK Kecamatan

Sekretaris         :  Penilik PLS

Bendahara        :  Ketua Pokja II PKK Kecamatan

Anggota           :  -  Ketua Pokja IV PKK Kecamatan

-  Ka Puskesmas

-  Kasi Pendidikan Kecamatan

-  Kasi Kesra Kecamatan

-  PKB

-  Koordinator PKB

-  Ketua Forum PUD Kecamatan

-  Ka KUA

  1. Tim Pembina Tingkat  Desa

Ketua               :  Ketua TP PKK Desa

Sekretaris         :  Koordinator PPKBD

Bendahara        :  Ketua Pokja II PKK Desa

Anggota           :  -    Ketua Pokja IV PKK Desa

-     Koordinator Kader BKB Desa

-         Koordinator Kader Yandu

-         Pengelola PAUD Desa

-         Penyuluh Agama Desa

  1. Tim Pelaksana Tingkat Dusun

Ketua               :  Ketua PKK Dusun

Sekretaris         :  Karang Taruna/Saka Kencana

Bendahara        :  Koordinator Kader Dusun

Anggota           :  -  Kader BKB

-  Kader Yandu

-  Kader PAUD

  1. B. Tugas dan Fungsi

Dengan mengacu pada Program Kerja BKB, Posyandu, PAUD maka tugas dan fungsi Tim Pembina  adalah sebagai berikut:

  1. Tingkat Kabupaten
    1. Membuat kesepakatan operasional dengan dinas/instansi terkait
    2. Merumuskan konsep kebijakan dan pengembangannya
    3. Menyusun konsep rencana pengembangan
    4. Melaksanakan bimbingan, pembinaan, pengendalian dan monitoring/evaluasi
    5. Melaporkan perkembangan kegiatan kepada Bapak Bupati dan Ka Dinas  Dukcapilkabermas, Dinas Kesehatan, dan Ka Dinas Pendidikan Kabupaten Kulon Progo.
    6. Melakukan pertemuan koordinasi sesuai kebutuhan.
    7. Tingkat Kecamatan
      1. Mengadakan kesepakatan operasional dengan sektor terkait
      2. Merumuskan konsep kebijakan operasional dan pengembangan di tingkat kecamatan
      3. Melaksanakan bimbingan, pembinaan, pengendalian dan monitoring/evaluasi
      4. Melaporkan perkembangan kegiatan kepada Camat dan pimpinan sektor terkait
      5. Melakukan pertemuan koordinasi sesuai kebutuhan.
      6. Tingkat Desa
        1. Merencanakan program di lini lapangan
        2. Mempersiapkan pelaksanaan program di lapangan
        3. Memberi petunjuk teknis pelaksanaan program di lapangan kepada Forum Koordinasi Kader Tingkat Dusun
        4. Melaksanakan bimbingan, pembinaan, pengendalian dan monitoring/evaluasi
        5. Melaporkan perkembangan kegiatan kepada Kepala Desa
        6. Melakukan pertemuan koordinasi sesuai kebutuhan.
        7. Tingkat Dusun
          1. Melaksanakan kegiatan sesuai jadwal yang telah disepakati
          2. Menentukan lokasi dan tempat kegiatan
          3. Melaporkan perkembangan kegiatan kepada Kepala Dusun
          4. Melakukan pertemuan koordinasi sesuai kebutuhan.

BAB III

KEGIATAN POKOK

DAN TAHAPAN PENGEMBANGAN

MODEL OPERASIONAL

  1. A. Kegiatan Pokok

Kegiatan pokok dalam upaya pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD adalah sebagai berikut:

  1. Penggalangan kesepakatan dengan dinas/instansi/SKPD terkait
  2. Penyusunan model operasional yang akan dikembangkan
  3. Pembagian tugas dan kewenangan
  4. Penentuan lokasi uji coba dan sistem evaluasinya
  5. Sosialisasi model pengembangan pada kader
  6. Pelaksanaan di lapangan
  7. Pembinaan, monitoring, evaluasi kegiatan
  1. B. Tahapan Pengembangan Model Operasional
    1. Penggalangan Kesepakatan

Penggalangan kesepakatan dilakukan dalam rangka memperoleh kesamaan wawasan dan dukungan dari seluruh sektor terkait. Penggalangan kesepakatan ini lakukan melalui pertemuan forum koordinasi tingkat kabupaten antara Dinas/Instansi/Institusi terkait  terutama TP PKK, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bagian Kesra dan Dinas Dukcapilkabermas baik secara formal maupun informal. Secara formal penggalangan kesepakatan ini dilakukan bersamaan dengan waktu pengkajian model operasional BKB-Posyandu-PADU pada hari Rabu, 12 September 2007. Sedangkan secara informal, penggalangan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya.

  1. Penyusunan Model Operasional

Penyusunan model operasional BKB-Yandu-PAUD yang akan dikembangkan merupakan inti dari kegiatan pengembangan model operasional yang dianggarkan oleh APBD. Jauh sebelum kegiatan pengembangan model ini dilakukan telah dilakukan kajian model operasional BKB-Posyandu-PAUD yang selama ini telah dilakukan.

Berdasarkan hasil kajian dari  Dinas/Instansi/Institusi  terkait yang telah dilakukan pada tanggal 12 September 2007 lalu diperoleh gambaran sebagai berikut:

  1. Model operasional yang diterapkan memberikan kesan bahwa kegiatan yang BKB-Posyandu-PAUD yang diampu oleh Subdin KB Dinas Dukcapilkabermas, Subdin Bindal Yankes Dinas Kesehatan dan Subdin PLS Dinas Pendidikan, terkesan berjalan sendiri-sendiri, sehingga kegiatan kegiatan tersebut tidak bersinergi secara nyata untuk mewujudkan tujuan bersama yakni membentuk anak yang sehat, cerdas, trampil, berbudi pekerti luhur/berakhlak mulia serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Semangat kader dalam penyelenggaraan kegiatan terutama BKB sangat rendah karena dukungan dana opersional dan sarana prasarana yang hampir tidak ada. Hal ini berbeda dengan kegiatan Yandu dan PAUD yang memiliki dukungan dana operasional dan sarana prasarana yang cukup.
  3. Adanya kecenderungan kader BKB yang lompat pagar karena merasa bahwa menjadi kader BKB tidak memperoleh perhatian sama sekali dari pemerintah, sementara mereka sama-sama berperan menyelenggarakan kegiatan sebagaimana kader Yandu dan PAUD.
  4. Penyelenggaraan BKB-Posyandu-PAUD yang berbeda waktu dan tempat pelaksanaan  telah menyebabkan koordinasi dalam rangka mengisi/melengkapi kegiatannya hampir tidak pernah terjadi. Sementara materi yang diberikan mestinya ada sinkronisasi.
  5. Belum ada keterlibatan PKK secara jelas dalam berbagai kegiatan  tersebut, sehingga peran PKK masih terkesan sebagai penonton. Sementara PKK adalah pengampu berbagai kegiatan di wilayah binaannya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Atas dasar kenyataan tersebut serta mendasarkan pada konsep pemikiran yang berupaya mengoptimalkan partisipasi kader dan masyarakat maka dilakukan pengembangan model operasional sebagai berikut:

  1. Kegiatan BKB-Posyandu-PAUD dipadukan sehingga ketiganya saling mendukung dalam rangka menciptakan anak yang sehat, cerdas, berbudi pekerti luhur serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa menghilangkan ciri masing-masing kegiatan. Artinya dipadukan bukan berarti dilebur menjadi satu, tetapi hanya disinergikan supaya ketiga kegiatan tersebut saling mendukung dan menunjang satu sama lain.  Pemaduan ini menyangkut waktu pelaksanaannya, tempat, materi, dan anggaran serta penggunaan sarana pra sarana.
  2. Dalam hal waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan, pemaduan  ditunjukkan dengan terkoordinasinya kegiatan dan waktu pertemuan agar tidak saling mengganggu/merugikan dengan kegiatan lainnya. Masing-masing kegiatan tetap berjalan seperti biasanya. Artinya, untuk kegiatan  BKB tetap memiliki sasaran Ibu Balita yang memiliki anak 0 – 5 tahun dengan fokus kegiatan mengoptimalkan 9 aspek tumbuh kembang anak (dahulu 7 aspek), untuk kegiatan Posyandu sasarannya masyarakat termasuk salah satunya adalah balita dengan fokus kegiatan pertumbuhan dan kesehatan, sementara PAUD dengan sasaran langsung balita yang memantau tumbuh kembang anak.
  3. Dalam hal pemaduan materi dan penggunaan sarana prasana diutamakan untuk kegiatan BKB dan PAUD tanpa mengesampingkan kegiatan Posyandu. Pemaduan ini dilakukan dengan menselaraskan materi yang diberikan dalam BKB (termasuk cara merangsang tumbuh kembangnya) dengan PAUD agar secara substansial tidak banyak perbedaan. Artinya, kegiatan BKB tetap menggunakan materi/modul yang ada sedangkan kegiatan PAUD tetap menggunakan modul dan kurikulum yang dibakukan oleh Dinas Pendidikan. Hanya saja diharapkan kader yang mengelola kedua kegiatan tersebut, saling tukar wawasan, pengalaman dan berdiskusi seputar materi penyuluhan untuk kelompok umur yang sama, agar dapat saling melengkapi.  Sementara kegiatan Posyandu yang telah berjalan ditambah kegiatan semacam konseling kesehatan dari orangtua balita kepada petugas kesehatan seputar tumbuh anak.
  4. Terkait dengan anggaran dan penggunaan sarana prasarana yang dikucurkan ke kelompok oleh Dinas Dukcapilkabermas, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan maupun sumber-sumber lain (swadaya masyarakat atau dukungan APBDes) diserahkan pada kebijaksanaan dusun dengan catatan PKK  mendapat laporan  dan terlibat aktif dalam pengelolaannya.
  5. Dalam mengoperasionalkan keterpaduan ini, pihak Dinas Dukcapilkabermas Kabupaten Kulon Progo memutuskan pada semua kecamatan melakukan kegiatan ini dengan masing-masing kecamatan 3 kelompok.
  6. Penerapan model di lapangan, dapat mengambil dua alternatif pelaksanaan sebagai  sebagai berikut:
    1. Kegiatan Posyandu dilaksanakan pada hari dan tanggal yang dengan kegiatan BKB dan PAUD. Bila mengambil alternatif ini, kader/pengelola kegiatan dituntut untuk mengatur jadwal pelaksanaan secara ketat. Dengan asumsi bahwa pertemuan penyuluhan akan tetap berjalan efektif bila berlangsung maksimal 3 jam. Maka perlu diupayakan agar masing-masing kegiatan mengoptimalkan waktu yang disediakan sebagai berikut:

1)        Posyandu, dilaksanakan pada session pertama dengan waktu pelaksanaan 2 jam. Ini sudah termasuk semua kegiatan di 5 meja.

2)        BKB dan PAUD, dilaksanakan pada session kedua dengan waktu pelaksanaan 1 jam. Kedua kegiatan ini dipisah. Untuk BKB sasarannya adalah ibu yang memiliki balita  dengan  pembagian kelompok atas dasar usia anak (0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun). Sedangkan untuk PAUD sasarannya adalah anak (0-6 tahun) walaupun untuk anak usia 0-2 tahun masih bersama ibunya

  1. Kegiatan Posyandu, BKB dan PAUD dilaksanakan dengan waktu dan tempat yang berbeda. Untuk ini model keterpaduan difokuskan pada keterpaduan materi, anggaran dan penggunaan sarana pra sarana yang semuanya dilaksanakan atas dasar prinsip kebersamaan demi mencapai tujuan bersama.

BAB IV

PEMBINAAN, MONITORING DAN EVALUASI

SERTA PENDANAAN

  1. A. Pembinaan

Pelaksanaan model operasional yang dikembangkan di wilayah uji coba akan berhasil baik apabila disertai dengan pembinaan yang intensif secara berjenjang dan berkesinambungan. Pembinaan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur PKK, Dinas Dukcapilkabermas, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Depag dan Bagian Kesra Setda Kulon Progo.

Sasaran pembinaan adalah kader BKB, Posyandu, dan PAUD serta keluarga sasaran  di dusun wilayah uji coba, Selain itu kader PKK, kader pendamping kelompok BKS, Saka Kencana dan pengelola kegiatan lainnya.

  1. B. Monitoring dan Evaluasi

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan model operasional yang dikembangkan, dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanannya serta sebagai bahan penyempurnaan model sebelum diterapkan secara luas, maka perlu dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan dinas/ instansi/institusi terkait. Kegiatan monitoring dilakukan tiga bulan sekali dan evaluasi dilaksanakan setiap tahun. Khusus kegiatan evaluasi dilakukan melalui:

  1. Laporan tertulis
  2. Kunjungan lapangan
  3. Wawancara dengan kader, keluarga sasaran atau tokoh agama/tokoh masyarakat di wilayah ujicoba.
  1. C. Pendanaan

Semua biaya atau dukungan dana terkait dengan pemberlakuan model operasional BKB-Posyandu-PAUD secara terpadu ini dibebankan pada masing-masing tingkatan dari Kabupaten hingga Dusun dengan mengutamakan prinsip kebersamaan dan swadaya. Penggalian dana bisa bersumber dari Dinas/Instansi/SKPD terkait khususnya yang mengampu kegiatan BKB, Posyandu, dan PAUD ataupun dari sumber lain misalnya keluarga/pengusaha yang peduli terhadap BKB, Posyandu, PAUD, dana dari kegiatan Dusun/RT, PKK dan sebagainya

BAB V

PENUTUP

Pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PAUD ini dibuat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan sekaligus menggugah kembali semangat kader (terutama kader BKB) yang selama ini cenderung lesu untuk  melakukan pertemuan penyuluhan karena ketiadaan dana operasional dan dukungan sarana prasarana yang memadai. Selain itu menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa senasib sepenanggungan sehingga rasa pengabdian kader kembali berkobar karena jauh dari rasa iri satu sama lain.

Model operasional yang dipaparkan dalam tulisan ini masih bersifat ketentuan umum sehingga perlu diterjemahkan lebih jauh melalui pembinaan/sosialisasi langsung pada kader atau keluarga sasaran.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s