MENGOPTIMALKAN PERAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DIDIK DI SEKOLAH DASAR Oleh Drs. Mardiya

Posted: November 29, 2010 in Tinjauan Ilmiah

A. Latar Belakang Masalah

Hingga sekarang ini masih sering timbul keraguan berbagai kalangan terhadap peran dan fungsi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak didik di Sekolah Dasar (SD), baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut tentu sangat mengusik pikiran kita yang sehari hari bergelut dengan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bagi kita sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah dunia yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan sebagian hidup kita diabdikan untuk Pendidikan Jasmani.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah merupakan bagian integral dari pendidikan keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berpikir kritis, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olah raga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional (Wawan Sutrisna, 2008: 1).
Bahkan menurut Khomsin (2000: 1) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan selain menjadi bagian integral dari proses pendidikan secara keseluruhan, mata pelajaran ini juga mempunyai peran unik dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Karena selain dapat digunakan untuk pengembangan aspek fisik dan psikomotor, juga ikut berperan dalam pengembangan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang.

Dari pernyataan di atas jelas bahwa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam mengembangkan anak didik secara totalitas. Olahraga itu sendiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah manusia. Olahraga berfungsi sebagai barometer kemajuan dan alat ukur cita-cita mausia. Olahraga juga memberika mafaat bagi yang melakukannya. Selain tubuhnya menjadi sehat dan kuat, olah raga dapat pula dijadikan sebagai ajang untuk berprestasi serta sebagai profesi hidup. Saat ini banyak atlet profesional yang mendedikasikan hidupnya pada salah satu jenis olahraga seperti tenis, tinju dan sepakbola (Tri Hananto Budi Santoso, dkk, 2007: iii)
Dengan keuletan, ketekunan, dan kemauan, bayak olahragawan berhasil mencapai prestasi yang membanggakan. Olahraga juga merupakan cara yang baik untuk mempererat persahabatan antar bangsa, misalnya melalui pertandingan olahraga antar bangsa.
Untuk dapat merealisasikan hal tersebut di atas dibutuhkan kemampuan profesional guru yang memadai. Kemampuan professional tersebut harus menjadi bagian dari profil guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Kemampuan yang dimaksud adalah memahami secara mendalam tentang karakteristik anak didik, termasuk pertumbuhan dan perkembangannya

B. Hubungan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Didik

Untuk memahami hubungan timbal balik antara Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, menurut Wawan Sutrisna (2008: 2) terdapat dua asumsi yang melandasinya, yaitu: :
Pertama, salah satu tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah mengarahkan anak didik pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis.

Melalui aktivitas gerak yang mempunyai sentuhan didaktik dan metodik dari guru mata pelajatran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, anak didik diarahkan pada pertumbuhan dan perkembangan yang selaras, seimbang dan harmonis. Oleh sebab itu guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatanharus berusaha untuk mengaktualisasikan program pengajaran yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak didik.
Kedua, pertumbuhan dan perkembangan anak didik menjadi materi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SD. Dalam proses pembelajarannya, perkembangan gerak menjadi acuan dalam pengembangan program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Dengan aktivitas gerak pilihan sesuai dengan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan gerak, diharapkan dapat mengantarkan mereka pada pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis.
Terkait dengan hal tersebut, guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SD hendaknya memahami prinsip pertumbuhan dan perkembangan anak didik sebagai berikut:
1. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara terus menerus, sejak seseorang
dalam bentuk janin sampai batas usia tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut maka pertumbuhan dan perkembangan yang tampak saat ini merupakan kelanjutan dari pertumbuhan dan perkembangan sebelumnya. Hal tersebut memberikan implikasi terhadap penyusunan program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Penyusunan program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada masing-masing tingkat pendidikan hendaknya merupakan satu kesatuan yang berkesinambungan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA} hedaknya merupakan kelanjutan dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Dasar.
2. Pada perjalanan usia anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan
yang berbeda. Tiap tahap perkembangan memiliki karakteristik yang berbeda.

Program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang efektif adalah program yang memperhatikan dan mempertimbangkan dengan seksama pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Tiap individu memiliki karakteristik pertumbuhan dan perkembangan yang
berbeda-beda. Perbedaan tersebut mempunyai implikasi terhadap penyusunan program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang efektif adalah program yang disusun secara individualistik. Artinya program yang disusun sesuai dengan kebutuhan individu. Tetapi pembuatan program itu sangat sulit untuk dilakukan paling tidak program disusun berdasarkan kebutuhan kelompok, misalnya kelompok siswa yang memiliki kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
Disamping itu guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar harus memahami dan mendalami tahap-tahap perkembangan gerak. Perkembangan gerak merujuk pada kebutuhan individual dan lingkungan. Faktor individual secara spesifik berhubungan dengan keadaan internal yang secara khusus oleh tiap anak. Tiap anak memiliki faktor individual yang berbeda. Kemudian, faktor lingkungan berhubungan dengan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan individu.
Setiap individu akan mengalami tahap perkembangan yang berbeda-beda Perkembangan gerak dasar secara kritis berkembang pada usia 2 sampai 7 tahun. Namun demikian antara rentang usia 2 sampai 7 tahun terjadi 3 tahap perkembangan yang merupakan sub perkembangan gerak dasar, yaitu: (1)Tahap pengenalan, (2) Tahap dasar, (3)Tahap kematangan. Tahap-tahap perkembangan tersebut member pengaruh terhadap pengembangan program pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.
Selanjutnya pada usia 7 sampai 14 tahun terjadi perkembangan gerak spesialisasi. Dalam tahap – tahap usia tersebut terjadi sub perkembangan gerak sebagai berikut :
1. Tahap transisi dari gerak dasar ke gerak aplikasi

2. Tahap aplikasi gerak pada bentuk-bentuk keterampilan yang spesialisasi dan menuntut kualitas koordinasi yang lebih baik
3. Tahap pemanfaatan pada berbagai kegiatan yang menumbuhkan keterampilan gerak dengan kualitas koordinasi yang baik.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diharapkan dapat mengarahkan anak didik kearah perkembangan gerak sesuai dengan tahap perkembangan yang sedang dialami oleh anak. Dengan harapan, pada akhir tahap perkembangan gerak anak dapat memiliki seperangkat keterampilan yang dapat membekali memasuki dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

C. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan Kesegaran Jasmani
Salah satu tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah dasar adalah peningkatan kesegaran jasmani anak didik. Dengan kesegaran jasmani yang baik diharapkan anak didik dapat mengikuti atau melakukan aktivitas pembelajaran lainnya dengan lebih baik. Hal dapat kita pahami karena kesegaran jasmani sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti serta mampu melakukan pekerjaan lainya dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan aktivitas sebelumnya.
Pendidikan Jasmani melalui aktivitas jasmani secara langsung dapat meningkatkan kualitas kesegaran jasmani anak didik. Kesegaran jasmani diklasifikasikan menjadi dua:
1. Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related fitness)
terdiri atas daya tahan jantung dan paru-paru ,kekuatan otot, kelentukan dan komposisi tubuh

2. Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan (skill related fitness) terdiri atas keseimbangan, daya ledak, koordinasi dan kelincahan
Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan anak sangat dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan kesegaran jasmani yang baik anak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan serta tahan terhadap serangan penyakit.
Kesegaran jasmani tidak menjadi dasar langsung bagi berkembangan berfikir, tetapi dapat memberikan suplai bagi bahan-bahan yang dibutuhkan oleh otak. Dengan pertumbuhan otak yang baik maka akan tercipta pula kemungkinan lahirnya kemampuan berpikir yang cemerlang.
Adapun komponen kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (health related fitness) adalah sebagai berikut:
a. Daya tahan jantung – paru
Daya tahan jantung paru adalah kemampuan system jantung, paru-paru dan pembuluh darah untuk berfungsi dsecara optimalsaat melakukan aktivitas sehari – hari dalam waktu yang cukup lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Daya tahan jantung sangat vital dalam menunjang kerja otot, yaitu dengan cara mengambil oksigen dan menyalurkanya ke otot-otot yang aktif. Daya tahan jantung sangat dibutuhkan anak untuk melakukan aktivitas belajar serta mengerjakan aktivitas lainya seperti bermain, membantu orang tua.
b. Kekuatan otot
Kemampuan otot diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan kontraksi secara maksimal melawan tahanan. Kekuatan otot didefinisikan sebagai kemampuan otot atau sekelompok otot dalam sekali kontraksi maksimal. Bagi siswa kekuatan otot itu dperlukan untuk mengangkat, menarik, mendorong dan lain-lain.

c. Kelentukan
Kelentukan adalah kemampuan sendi untuk bergerak semaksimal mungkin. Kelentukan dapat menunjukan besarnya pergerakan sendi sesuai dengan kemungkinan gerak. Selain berguna bagi aktivitas sehari-hari bagi anak, kelentukan bermanfaat pula untuk mencegah cidera.
d. Komposisi tubuh
Komposisi tubuh dapat diartikan sebagai susunan tubuh yaitu lemak tubuh dan masa tubuh tanpa lemak.Bagi anak selain untuk menandakan pertumbuhan dan perkembangan, tetapi juga digambarkan sebagai status kesehatan dan gizi. Setiap anak akan memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Komposisi tubuh digunakan sebagai parameter bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

D. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan Nilai-Nilai Sosial
Pada saat siswa melakukan aktivitas fisik terdapat berbagai aspek yang dikandungnya. Para ahli menegaskan bahwa pada saat itu anak sedang melakukan interaksi dengan dunia luar; dunia bermain dan dan dunia realitas yang dihadapinya. Bermain tidak dapat dipandang sebagai aspek biologis, melainkan sedang terjadi interaksi psiko-sosial yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurut Wawan Sutrisna (2008: 6) bermain dan bergerak merupakan fenomena universal manusia. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak bermain merupakan pemicu awal yang dapat menggerakan keseluruhan aspek pertumbuhan dan perkembangan Sementara itu Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan merupakan pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik untuk merealisasikan program pembelajarannya. Melalui Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dorongan untuk bermain dan bergerak dikemas sedemikian rupa sehingga berbagai nilai-nilai sosial dapat

terinternalisasi dalam kepribadian anak. Melalui pemberian pengalaman konkrit dalam kegiatan bergerak dan bermain, berbagai nilai-nilai social dapat diadopsi, dan terinternalisasi dalam kehidupan anak.
Selama ini, pendidikan ditujukan dalam upaya-upaya pembentukan karakter kognitif, afektif, dan psikomotor yang kurang berpijak pada realitas masyarakat. Selama bertahun-tahun kondisi tersebut menjadi “trade mark“ yang melekat pada konsep substansi pendidikan di Indonesia. Demikian pula dalam Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan walaupun telah dilakukan reorientasi, tampaknya upaya mengembalikan peran dan fungsi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan baru pada tahap perubahan definisi belum ke substansi makna, peran dan fungsi.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan pendidikan yang dapat memberikan pengalaman konkrit tentang bebagai makna nilai -nilai sosial. Nilai saling menghargai, kerjasama, saling berkompetisi dengan sehat, tidak kenal lelah, pantang menyerah dan bersahabat merupakan nilai-nilai sosial yang dapat diinternalisasi melalui program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan satu-satunya pendidikan yang merealisasikan nilai-nilai sosial dalam diri anak. Dalam proses Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan tidak hanya ditujukan pada upaya pencapaian keterampilan dan kesegaran jasmani yang tinggi, tetapi akan tercipta pula proses internalisasi nilai-nilai sosial seperti dijelaskan diatas.
E. Mengoptimalkan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar
Agar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar dapat lebih berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, menurut hemat penulis dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Menanamkan pengertian yang benar pada diri anak didik bahwa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang penting dalam rangka membentuk fisik dan mental yang sehat. Jadi mata pelajaran ini untuk selanjutnya di

mata siswa bukan sekedar mata pelajaran pelengkap atau sekedar mata pelajaran untuk menghabiskan waktu siswa dengan sekedar bermain-main atau beristirahat.
2. Menanamkan kedisiplinan pada siswa untuk mengikuti mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan secara tekun dan bersungguh-sungguh. Karena dengan ketekunan dan bersungguh-sungguh, maka manfaat dari mata pelajaran ini akan benar-benar dirasakan oleh anak didik. Misalnya dengan mengikuti gerakjalan, senam atau olahraga permainan sepakbola dengan bersungguh-sungguh, maka tubuh akan sehat dan berkeringat. Dengan berkeringat ini, racun-racun yang bersifat merugikan dalam tubuh akan ikut keluar bersama air keringat, sehingga tubuh akan terasa lebih bugar.
3. Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus pandai-pandai menyajikan mata Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan ini secara menarik. Caranya, guru dapat memberikan materi terkait dengan upaya menerapkan budaya hidup sehat disela-sela kegiatan praktik di lapangan, misalnya pada waktu istirahat setelah usai melakukan aktivitas olahraga tertentu. Materi disesuaikan dengan kegiatan olahraga yang baru saja dilaksanakan atau materi-materi yang terkait lainnya.
4. Guru mata pelajaran Penddikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan hendaknya dapat berkoordinasi dengan guru kelas atau guru agama untuk dapat ikut menyajikan materi yang terkait dengan budaya hidup sehat dalam materi yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dengan cara menyisipkan materi-materi yang sesuai dengan tema atau subtema yang diberikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Burhansyah (2008:1) yang menyatakan bahwa tidak seluruh materi kesehatan diajarkan melalui mata pelajaran Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Upaya ini penting untuk mencapai hasil yang optimal dalam rangka menyeimbangkan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis anak didik.

5. Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan bersama-sama dengan guru mata pelajaran sejenis di sekolah lain untuk selalu berupaya menciptakan kreasi dan cara terbaik, agar mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diminati oleh siswa karena sisi kemanfaatan dan ketepatan metode pembelajaran yang digunakan. Bila mata pelajaran ini sudah disukai oleh anak didik, maka mereka dengan penuh kesadaran akan melakukan aktivitas secara bersungguh-sungguh sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Perlu kita pahami bersama bahwa anak didik di sekolah akan menjadi tumpuan bagi masyarakat untuk menjadi olahragawan yang baik dan berprestasi sehingga membawa nama harum keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Selama ini kita dapat melihat bahwa olahragawan-olahragawan berkaliber nasional maupun dunia, pada awalnya hampir selalu memperoleh Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang baik dari sekolahnya tempat belajar.
Terkait dengan hal tersebut, tanpa ragu Wawan Sutrisna (2008: 7) menyatakan bahwa sekolah merupakan gudangnya bibit olahragawan berbakat. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Hal tersebut paling tidak disebabkan oleh dua hal:
Pertama, salah satu tujuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan adalah meningkatkan dan mengembangkan berbagai fungsi keterampilan gerak dasar dan kemampuan jasmani. Pengembangan keterampilan gerak dasar dan kemampuan jasmani yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan secara multilateral sesuai usia anak didik dapat menjadi landasan bagi pengembangan keterampilan gerak olahraga. Keterampilan gerak olahraga merupakan gerak yang kompleks-multipleks sehingga untuk itu dibutuhkan kemampuan gerak yang prima.
Kedua, talenta olahraga tidak dimiliki oleh semua anak, tetapi sebagian kecil saja. Untuk mengembangkan talenta tersebut dibutuhkan perhatian dan pengorganisasian yang melibatkan berbagai intansi. Di sekolah selain kegiatan intrakurikuler juga terdapat

kegiatan ekstrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikulerlah anak didik mendapat sentuhan awal. Jika kegiatan ekstrakurikuler ini dikelola dengan manajemen yang baik maka akan melahirkan atlet–atlet yang berprestasi. Untuk kegiatan ekstakurikuler tersebut dibutuhkan penanganan guru yang professional juga dukungan moril, materil serta dukungan dari berbagai intansi terkait.
Sehubungan dengan itu, dalam upaya pemberdayaan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, perlu diadakan pelatihan untuk memberikan wawasan, pengalaman dan pengetahuan ilmu kepelatihan perlu dilakukan dengan pengembangan kompetensi. Ilmu pendidikan jasmani dan melatih memiliki norma-norma dan prinsif yang sama. Keduanya sama tetapi memiliki tujuan yang berbeda, ilmu melatih berorientasi pada ukuran yang telah ditetapkan, seperti rekor, jarak, berat, kemenangan dan kekalahan sedangkan ilmu Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berorientasi pada anak didik. Anak didik menjadi sentral dari pengembangan program pembelajaran.

F. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan memberikan pengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Bahkan dalam upaya peningkatan sumber daya menusia Indonesia yang sehat, kuat, terampil, pantang menyerah, kerja keras dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan masa depan. Hal tersebut membuktikan bahwa Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan pendidikan yang sangat berguna bagi anak.
Sehubungan dengan hal tersebut, guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan harus mengupayakan agar mata pelajaran ini dapat lebih optimal

dalam berperan merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Selain itu, guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diharapkan dapat bekerjasama dengan guru lain sehingga mata pelajarannya dapat didukung oleh guru kelas atau guru-guru pengampu mata pelajaran lainnya di sekolah.

Komentar
  1. eny samayati mengatakan:

    saya bersyukur bisa dapat referensi bahan kuliah berkat tulisan dari mba Mardya. terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s