AGAR BERKEMBANG, PIK REMAJA HARUS PINTAR CARI PELUANG

Posted: Februari 13, 2011 in Berita

Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja sebagai wadah kegiatan positif bagi remaja dalam mengisi masa-masa tumbuh kembangnya, hendaknya pintar mencari peluang untuk memajukan organisasinya. Dan ini harus dilakukan oleh segenap pengurus PIK Remaja baik mereka yang berstatus sebagai pengurus harian (ketua, sekretaris, bendahara) maupun mereka yang berada pada posisi seksi-seksi kegiatan. Kewajiban Pembina adalah mengarahkan para pengurus PIK Remaja agar jalannya bisa sinergis dan kompak sehingga hasil yang dicapai dapat optimal. Di sinilah diperlukan para pengurus yang benar-benar tekun dan total mengabdi demi mengembangkan PIK Remaja yang menjadi tanggung jawabnya.
Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya saat ditemui di kantornya menyatakan, sesuai dengan harapan bahwa keberadaan PIK remaja adalah untuk mendewasakan usia perkawinan sekaligus untuk menekan laju perilaku negatif remaja yang makin meningkat seiring dengan berkembangnya komunikasi dan informasi, maka sudah sewajarnya bila PIK Remaja di manapun berada harus tanggap terhadap apa yang dibutuhkan para remaja. Bukan sekedar berkumpul dan bertemu lalu diberi ceramah, tetapi juga berbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif yang membuat remaja betah berlama-lama berada di lokasi kegiatan atau sekretariat PIK Remaja. Kegiatan yang kreatif dan inovatif in dapat meliputi semua bidang yang dikuasai oleh para remaja baik kegiatan sosial, ekonomi, seni dan budaya maupun berbagai kegiatan yang bernilai edukatif dengan sasaran anak maupun remaja.
Di bidang sosial, PIK Remaja dapat melibatkan diri dalam kegiatan kerja bakti atau gotong royong membenahi lingkungan bersama masyarakat agar tampak lebih asri dan sehat. Dapat pula melakukan aksi peduli terhadap bencana, outbond untuk membangun kecintaan terhadap alam dan makhluk hidup lainnya.. Sementara di bidang ekonomi, PIK Remaja dapat mengembangkan kegiatan yang memiliki nilai plus untuk menambah penghasilan seperti membuka warung koboi, membuka jasa perbengkelan, menjahit, membuat stiker, sablon dan aneka barang kerajinan berbahan baku yang mudah didapat dari lingkungan. Sedangkan di bidang seni dan budaya, PIK Remaja dapat mengembangkan berbagai kegiatan sesuai bakat yang dimiliki oleh para remaja semisal seni suara/musik, seni tari, seni lukis, seni pahat, seni membatik, kaligrafi dan sebagainya. Akhirnya di bidang pendidikan atau kegiatan yang bernilai edukasi, PIK Remaja dapat mengembangkan kegiatan bimbingan belajar, bimbingan membaca Al Quran, bimbingan membuat karya tulis, fotografi, film dan sebagainya.
Ragam peluang kegiatan harus segera diidentifikasi oleh kelompok sesuai dengan potensi yang ada pada anggota maupun lingkungannya. Bila proses identifikasi sudah selesai, para pengurus dibawah arahan para Pembina PIK Remaja harus mampu melakukan perencanaan kegiatan secara matang mulai dari proses persiapan, pelaksanaan, tindaklanjut hingga monitoring dan evaluasinya. Tidak kalah pentingnya adalah perencanaan dalam hal anggaran, sumber-sumber pendanaan dan dengan siapa kegiatan tersebut akan dimitrakan. Mitra PIK Remaja dapat berupa lembaga pemerintah maupun swasta, para pengusaha, LSM, atau organisasi profesi. Bahkan dimungkinkan pula PIK Remaja bekerjasama dengan kelompok masyarakat yang peduli dengan Keluarga Berencana (KB), Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), para pelaku seni, dan sebagainya. Mitra PIK Remaja dapat diajak kerjasama bukan hanya dalam pelaksanaan kegiatan tetapi juga dalam hal pendanaan. Walaupun telah sama-sama diketahui bahwa sumber pendanaan utama bagi PIK Remaja jalur sekolah adalah sekolah di mana kelompok tersebut berada dan PIK Remaja jalur non sekolah adalah pemerintah desa di mana kelompok tersebut bernaung yang dikuatkan dengan SK Kepala Desa.
“Apabila PIK Remaja pintar memanfaatkan peluang, dipastikan kelompok tersebut akan berkembang tanpa harus bergantung pada arahan, pembinaan dan dukungan finansial dari Pemda atau BKKBN Pusat yang dari segi pendanaan sangatlah terbatas,” kata Mardiya.

Sumber Berita: Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan KB Kabupaten Kulonprogo.
HP. 081328819945

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s