TENTANG LINGKUNGAN HIDUP KITA Oleh: Drs. Mardiya

Posted: Maret 31, 2011 in Artikel

Kita sudah mengetahui bahwa kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari lingkungan hidupnya. Apa sesungguhnya lingkungan hidup itu? Yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraaan manusia serta makhluk hidup lainnya (Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup)
Lingkungan hidup sama pengertiannya dengan biofera, karena biosfera berasal dari kata bio yang berarti hidup dan sphaira yang berarti lingkungan. Jadi biosfera berarti lingkungan hidup. Lingkungan hidup ini dalam pengertian geografi meliputi sebagian litosfer, atmosfer dan seluruh hidrosfer dengan segenap makhluk hidup penghuninya beserta segala aktiivtasnya. Pada litosfer makhluk hidup hanya dijumpai dari permukaan litosfer sampai beberapa ratus meter dalamnya dari permukan, pada atmosfer kehidupan hanya dijumpai sampai ketinggian 6.000 meter, sedang pada hidrosfer di palung laut paling dalam pun masih ada kehidupan.
Dari dua pengertian di atas dapat diketahui bahwa lingkungan hidup terdiri dari dua komponen utama, yaitu komponen biofisik dan komponen sosial budaya. Komponen biofisik tersusun atas semua benda (cair, padat, gas) dan makhluk hidup (hewan, tumbuhan, manusia) dengan segala daya, keadaan dan aktivitasnya. Komponen biofisik ini terdiri atas komponen biofisik alami dan komponen biofisik buatan. Sedangkan komponen sosial budaya dibentuk oleh susunan masyarakat manusia dengan segala aktivitasnya yang secara langsung maupun tidak langsung berperan terhadap individu maupun masyarakat lainnya.
Sebagai suatu totalitas atau kesatuan dari berbagai usur yang merupakan suatu sistem, kondisi lingkungan hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut diantaranya adalah faktor fisis (abiotis) dan faktor biotis.
Faktor Fisis yang mempengaruhi keadaan lingkungan hidup adalah iklim, tanah, air dan relief. Iklim terdiri atas beberapa unsur antara lain: suhu, sinar matahari, angin dan susunan udara. Suhu dan sinar matahari merupakan faktor yang penting untuk proses fotosintesis bagi tumbuh-tumbuhan. Tanpa adanya sinar matahari, zat hijau daun tidak dapat mengadakan proses fotosintesa. Hewan membutuhkan zat-zat organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan mengeluarkan CO2. sedangkan gas CO2 ini sangat berguna bagi proses transpirasi yang dilakukan oleh tumbuhan. Udara kering berguna bagi pembentukan bunga dan proses pematangan buah. Unsur-unsur iklim tersebut sangat berpengaruh terhadap penyebaran flora dan fauna di dunia.
Tanah merupakan tempat tumbuh dan tegaknya tanaman. Oleh sebab itu tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan. Selain itu tanah merupakan sumber air bagi kehidupan, karena di dalam tanah terdapat kandungan air yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup terutama tumbuh-tumbuhan. Tanah yang kering tidak akan ada tumbuh-tumbuhan, akibatnya juga tidak ada jenis-jenis hewan. Dengan demikian jelas tanah memiliki pengaruh yang sanat besar terhadap keadaan lingkungan hidup.
Air mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi sebagian besar makhluk hidup. Tanpa air vegetasi tidak mungkin dapat tumbuh. Bahkan ada jenis-jenis vegetasi tertentu yang justru harus tumbuh di dalam air. Misalnya enceng gondok dan ganggang,. Jenis-jenis vegetasi semacam itu tidak bisa tumbuh hanya dengan disiram atau mendapat air tanah. Hewan juga sangat terpengaruh oleh air, tanpa adanya air hewan akan mati kehausan. Bahkan banyak jenis-jenis hewan yang harus tumbuh di dalam air. Misalnya berudu (kecebong) dan jentik-jentik nyamuk. Berudu, harus hidup di dalam air, walaupun setelah dewasa mereka hidup di darat. Demikian juga dengan jentik-jentik nyamuk. Selain itu ada jenis-jenis hewan yang harus hidup di dalam air semenjak lahir hingga akhir hidupnya. Misalnya berbagai jenis ikan. mereka membutuhkan air yang banyak untuk berenang, bernafas dan berkembang biak. Tanpa air jenis-jenis ikan tersebut tidak dapat hidup. Manusia juga sangat memerlukan air dalam kehidupannya, baik untuk kebutuhan tubuh (minum) supaya badan kita tidak kekurangan zat cair atau untuk amandi, mencuci, beternak, bercocok tanam dan lain-lain. Tanpa adanya air jelas kehidupan manusia akan terganggu, bahkan dapat punah. Dari uraian ini jelas bagi kita bahwa makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh air dan sangat tergantung pada air. Dengan demikian keadaan lingkungan hidup juga dipengaruhi oleh air.
Relief di samping sangat penting bagi pertumbuhan tanaman juga sangat berpengaruh terhadap banyak sedikitnya hujan pada suatu daerah. Relief juga berpengaruh terhadap temperatur, tenkanan udara, kelembaban di suatu daerah. Kondisi ini akan mengakibatkan adanya berbagai jenis tumbuhan dengan jenis-jenis tumbuhan tertentu pada suatu ketinggian yang tertentu pula. Hal ini akan lebih jelas jika kita melihat persebaran vegetasi menurut Junghuhn pada daerah pegunungan. Relief juga berpengaruh terhadap kebudayaan manusia atau setidak-tidaknya kebiasaan hidupnya. Orang yang tinggal di daerah pegunungan akan membuat rumah dengan sedikit ventilasi supaya udara di dalam rumah tidak dingin. Pakaian yang dipakai biasanya tebal atau hangat agar tubuh tidak kedinginan. Sebaliknya orang yang tinggal di dataran rendah akan membuat rumah dengan ventilasi yang banyak supaya udara dalam rumah tidak panas dan pakaian yang digunakan biasanya terbuat dari kain yang tipis supaya tidak merasa panas. Dari sini jelas bagi kita bahwa relief sebagai salah satu faktor fisik memiliki pengaruh terhadap keadaan lingkungan hidup suatu daerah.
Sedangkan faktor biotis yang berpengaruh terhadap lingkungan meliputi flora, fauna dan manusia. Tumbuh-tumbuhan yang besar dan berdaun lebar melindungi tumbuh-tumbuhan yang ada di bawahnya atau di antaranya. Hewan yang lebih besar sebagai tempat yang lebih nyaman bagi hewan yang lebih kecil. Di antara ketiga faktor biotis di atas, manusia memegang peranan yang sangat menentukan. Tanah yang tertutup hutan dengan baik, bisa menjadi gundul karena kelakuan manusia. Begitu juga sebaliknya, tanah yang semula tandus dapat menjadi hutan kembali karena perlakuan manusia pula.
Pada zaman modern ini, manusia menjadi pelaku yang menentukan bagi pertumbuhan. Tanaman padi yang tumbuh kurang baik, karena dipupuk, disemprot dengan obat pemberantas hama, disiangi dan diairi maka akan tumbuh dengan subur sehingga hasilnya memuaskan. Hutan yang berfungsi sebagai hutan lindung, karena perlakuan yang salah oleh manusia dapat menimbulkan banjir bagi daerah hilir. Jika menusia sadar akan arti lingkungan, maka hutan lindung tentu tidak akan dijadikan daerah pertanian apalagi dijadikan daerah industri. Dalam kaitannya dengan ini manusia sebagai pengatur pertumbuhan perlu di hati-hati dalam bertindak agar lingkungan hidup yang ada tidak menjadi rusak.
Kalau kita berbicara tentang lingkungan hidup, kita tentu akan membahas pula tentang mutu dan kualitas lingkungan hidup. Apa maksudnya? Mutu atau kualitas lingkungan hidup mengandung pengertian suatu keadaan lingkungan yang ditinjau dari berbagai segiyang terutama dikaitkan dengan kepentingan hidup manusia. Suatu lingkungan hidup dikatakan bermutu atau berkualitas baik jika berpengaruh positif atau menunjang terhadap kepentingan hidup makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya.
Pada awalnya masalah mutu atau kualitas lingkungan hidup dikaitkan dengan kepentingan manusia yang paling hakiki, yaitu kesehatan. Oleh karena itu maka kualitas lingkungan mula-mula diukur dari segi ini. Hal ini dapat dimengerti karena masalah kesehatan manusia adalah yang paling peka untuk dirasakan oleh manusia. Tingkat berikutnya, kualitas lingkungan menyangkut soal kenyamanan, keindahan, ketidakserasian, ketidaklancaran dan semua hal yang bersangkut paut denagn persepsi manusia atas lingkungan hidupnya. Tingkat yang paling tinggi adalah yang menyangkut fungsi ekosistem, yang secara tidak langsung akan berpengaruh pula terhadap manusia.
Kualitas lingkungan dengan demikian menjadi sangat subyektif penilainya dan sangat tergantung pada berbagai segi peningkatan. Jika kualitas lingkungan didasarkan imbangnya dengan derajat pencemaran yang ada, makin kecil pencemaran berarti makin tinggi kualitas lingkungan. Jika dilihat dari segi daya dukung, maka kualitas lingkungan dapat dipandang dari ukuran daya dukungnya, makin tinggi makin kualitasnya. Sementara itu, Otto Soemarwoto memberi pengertian secara sederhana bahwa mutu atau kualitas lingkungan yang baik ,membuat orang kerasan hidup dalam lingkungan tersebut. Perasaan kerasan itu bisa disebabkan karena orang mendapat rezeki yang cukup, iklim dan faktor alamiah lainnya yang sesuai dan masyarakat yang cocok pula. Dengan demikian persepsi orang per orang terhadap mutu atau kualitas lingkungan hidup sifatnya sangat subyektif.
Kualitas lingkungan hidup yang mula-mula lebih bersifat material kemudian bergeser pula pada nilai-nilai yang nonmaterial juga. Karena itu maka indikator-indikator yang dapat dipergunakan untuk menyatakan kualitas lingkungan juga akan sangat bervariasi. Secara umum indikator kualitas lingkungan ini dapat dibedakan atas indikator yang menyatakan ketersediaan Sumberdaya dan indikator yang menyatakan ketiadaan pencemaran, dan ini masih dalam kriteria material. Sebagai contoh misalnya kualitas air bagi perikanan antara lain ditentukan oleh kandungan oksigen terlarut (ketersediaan sumberdaya), dan kadar deterjen (bahan pencemar). Jika jumlah oksigen terlarut cukup banyak melebihi batas kebutuhan, maka dikatakan kualitas air tersebut bagi perikanan sukup baik, sedang jika kadar deterjen dalam air cukup tinggi maka dapat dikatakan bahwa kualitas air rendah.
Pengendalian kualitas lingkungan dikemudian hari akan merupakan bagian dari pembangunan yang tidak dapat dilepaskan dari pembangunannya itu sendiri. Kriteria kualitas lingkungan dapat dijadikan kriteria ukuran keberhasilan pembangunan itu sendiri.

Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi sekaligus Pegiat Bina Lingkungan Keluarga (BLK) pada BPMPDP dan KB Kabupaten Kulon Progo

Komentar
  1. kasmin malabar mengatakan:

    thanks…lua biasa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s