<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mardiya</title>
	<atom:link href="http://mardiya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mardiya.wordpress.com</link>
	<description>Kami hadir untuk merubah pola pikir</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 02:06:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mardiya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mardiya</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mardiya.wordpress.com/osd.xml" title="Mardiya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mardiya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SMK N 1 PANJATAN GELAR PELATIHAN PS DAN KS</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/smk-n-1-panjatan-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/smk-n-1-panjatan-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 02:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=697</guid>
		<description><![CDATA[Selama satu hari penuh, mulai puku1 07.15 hingga 16.00 WIB, Sabtu (11/2) SMK N 1 Panjatan menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS) yang dilaksanakan yang dilaksanakan di ruang pertemuan sekolah bersangkutan. Kegiatan pelatihan yang dibuka oleh Kasek Drs. E Sigit Nursugiantoro ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka menjaga kesinambungan dan eksistensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=697&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama satu hari penuh, mulai puku1 07.15 hingga 16.00 WIB, Sabtu (11/2) SMK N 1 Panjatan menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS)  yang dilaksanakan yang dilaksanakan di ruang pertemuan sekolah bersangkutan. Kegiatan pelatihan yang dibuka oleh Kasek Drs. E Sigit Nursugiantoro ini merupakan kegiatan rutin tahunan  dalam rangka menjaga kesinambungan dan eksistensi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah tersebut yang telah mencapai tahap Tegak sejak tahun 2011 lalu.  Tahap Tegak adalah tahap menengah dalam klasifikasi PIK Remaja, di mana kelompok tersebut dari sisi materi yang diberikan, kegiatan yang dilakukan dan dukungan serta jaringan yang dimiliki telah cukup lengkap dan mendekati kesempurnaan. Di kelompok ini selain telah ada KIE juga telah ada pelayanan konseling yang dilakukan oleh konselor sebaya.<br />
Menurut Koordinator kegiatan Budi Sumartiningsih, SPd yang didampingi pembina PIK Remaja Skimsa Tri Anjani, SPd,  materi yang diberikan pada peserta sebanyak 9 siswa yang terdiri dari calon PS 4 calon KS 4 berupa materi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) dan materi terkait.  Materi yang dimaksud terdiri dari Pendewasaan Usia Perkawinan disampaikan oleh Drs. Mardiya dari BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS oleh dr. Melly dari Puskesmas Panjatan I, Perilaku Seksual dan Problematika Remaja oleh Dra. Nukmah Fakhiyati dan Drs. Paseran dari PLKB Kecamatan Panjatan, Penyalahgunaan Narkoba dan Zat Adiktif oleh Suharsoyo dari Polres Kulon Progo dan Kecakapan Hidup/Live Skill oleh Drs. Suramanto dari SMK N 1 Panjatan.<br />
Latar belakang dilakukannya kegiatan pelatihan tersebut antara lain karena kurangnya kemampuan para PS dan KS dalam menyampaikan materi penyuluhan maupun dalam pelayanan konseling. Selain itu juga kurangnya pemahaman PS dan KS tentang Triad KRR yang berakibat pada kurang optimalnya peran mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/697/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=697&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/smk-n-1-panjatan-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMA N 2 GELAR PELATIHAN PS DAN KS</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/sma-n-2-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/sma-n-2-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 00:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Selama empat hari sejak Senin (9/1) hingga Kamis (12/1,) SMA N 2 Wates menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS) yang dilaksanakan bersamaan dengan Pelatihan Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dalam rangka menjaga kesinambungan dan eksistensi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA N 2 Wates [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=695&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama  empat hari sejak Senin (9/1) hingga Kamis (12/1,) SMA N 2 Wates menggelar Pelatihan Pendidik Sebaya (PS) dan Konselor Sebaya (KS)  yang dilaksanakan bersamaan dengan Pelatihan  Pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan pelatihan ini  merupakan kegiatan rutin tahunan  dalam rangka menjaga kesinambungan dan eksistensi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA N 2 Wates yang telah mencapai tahap Tegar sejak tahun 2009 lalu.  Tahap Tegar adalah tahap tertinggi dalam klasifikasi PIK Remaja, di mana kelompok tersebut dari sisui materi yang diberikan, kegiatan yang dilakukan dan dukungan serta jaringan yang dimiliki telah lengkap dan mendekati kesempurnaan.<br />
Menurut Kepala SMA N 2 Wates Drs. H. Mudjijono, materi yang diberikan pada peserta sebanyak 44 siswa yang terdiri dari calon PS 12 calon KS 12 dan Pengelola UKS 20, terdiri dari materi teori, diskusi dan praktek. Materi teori terdiri dari Kesehatan Reproduksi Reproduksi (KRR) disampaikan oleh Sugita AMK dari Puskesmas Wates, Narkoba oleh Rr. Esti Sutari, SPd dari SMA N 2 Wates dan Pendewasaan Usia Dini oleh Drs. Mardiya dari BPMPDPKB Kabupaten Kulonprogo. Sementara materi diskusi dan praktek  antara lain  masalah gender, konseling  dan P3K dipandu oleh Simo Alam P, SPd, Drs. Suhardono, Khusnul Khotimah, SPd dan Drs. P. Sarjiyanta.<br />
Kegiatan pelatihan sendiri dilakukan mulai pukul 12.15 hingga 15.15 WIB dengan maksud tidak banyak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sementara peserta terdiri dari siswa kelas X dan XI dengan maksud selain untuk peremajaan juga untuk memberi kesempatan pada siswa kelas XII agar dapat lebih konsentrasi belajar menghadapi ujian akhir sekolah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=695&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/sma-n-2-gelar-pelatihan-ps-dan-ks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DESA SENTOLO SELENGGARAKAN SEMINAR PERAN KADER</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/desa-sentolo-selenggarakan-seminar-peran-kader/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/desa-sentolo-selenggarakan-seminar-peran-kader/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 00:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Didukung oleh berbagai institusi dan perusahaan swasta, Pemerintah Desa Sentolo menyelenggarakan Seminar Peran Serta Kader dalam Menyukseskan Program KB yang Berwawasan Kependudukan, di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Rabu (25/1). Seminar yang diikuti tidak kurang dari 200 orang yang terdiri dari kader KB dan kader Posyandu se Desa Sentolo, Kepala Desa, TP PKK, Koordinator PPKBD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=693&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Didukung oleh berbagai institusi dan perusahaan swasta, Pemerintah Desa Sentolo menyelenggarakan Seminar Peran Serta Kader dalam Menyukseskan Program KB yang Berwawasan Kependudukan, di Balai Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Rabu (25/1). Seminar yang diikuti tidak kurang dari 200 orang yang terdiri dari kader KB dan kader Posyandu se Desa Sentolo, Kepala Desa, TP PKK, Koordinator PPKBD dan PPKBD serta Dukuh se Kecamatan Sentolo ini menghadirkan pembicara dr. Hasto Wardoyo, Sp OG(K), Suripto, SH, MSi dari Perwakilan BKKBN DIY, dan Nelly Tristiana, S Kep dari BPPM DIY.<br />
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Agus Sutrisno, STP, latar belakang diselenggarakannya penyelenggaraan seminar ini  adalah adanya penurunan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya KB serta banyaknya regenerasi kader di Desa Sentolo yang belum mendapatkan pelatihan maupun pembekalan secara intensif.<br />
Sementara tujuan dari kegiatan ini secara umum adalah meningkatnya pengetahuan kader tentang program KB serta meningkatnya cakupan kesertaan KB bagi masyarakat baik peserta KB baru maupun peserta KB aktif. Sedangkan secara khusus, tujuannya  selain memberikan pembekalan pada kader-kader baru tentang program KB, juga sebagai refreshing bagi kader-kader senior sekaligus sosialisasi tentang perubahan kelembagaan maupun program KB yang saat ini harus berwawasan kependudukan.<br />
Kegiatan seminar mendapat dukungan penuh dari seluruh Penyuluh KB Kecamatan Sentolo, Ikatan Penyuluh KB, Puskesmas Sentolo I dan II serta aparat desa dan kecamatan Sentolo. Di akhir seminar, selain ada diskusi dan tanya jawab, juga ada pembagian doorprize dari sponsor seperti PT Sari Husada Cabang Yogyakarta, Bank Pasar Kulon Progo, Apotik Enggal Waras, dll.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=693&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/desa-sentolo-selenggarakan-seminar-peran-kader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PIK Remaja Hargomulyo, Mantapkan Pengurus</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/pik-remaja-hargomulyo-mantapkan-pengurus/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/pik-remaja-hargomulyo-mantapkan-pengurus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 00:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Balai Desa Hargomulyo, Senin (23/1) Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap dibawah kepemimpinan Rahma Latif dan Agung Budi, menyelenggarakan pemantapan pengurus dengan substansi pokok seputar pengembangan materi KIE, pengelolaan kelompok dan administrasi. Hadir dan ikut memberi masukan dalam acara tersebut Kades Hargomulyo Ir. Sugiyanta, Kabag Kesra R. Tri Haryono, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=691&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertempat di Balai Desa Hargomulyo, Senin (23/1) Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap dibawah kepemimpinan Rahma Latif dan Agung Budi, menyelenggarakan pemantapan pengurus dengan substansi pokok seputar pengembangan materi KIE, pengelolaan kelompok dan administrasi. Hadir dan ikut memberi masukan dalam acara tersebut Kades Hargomulyo Ir. Sugiyanta, Kabag Kesra R. Tri Haryono, SH Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Drs. Mardiya, dan Penyuluh KB Kecamatan Kokap Asmilah. Peserta pemantapan adalah seluruh pengurus inti, seksi-seksi dan pendidik sebaya.<br />
Menurut ketua PIK Remaja Desa Hargomulyo Rahma Latif, kegiatan pemantapan ini dilaksanakan dalam  rangka menyiapkan kelompok untuk menghadapi tantangan seputar kesehatan reproduksi remaja di Desa Hargomulyo khususnya dan Kecamatan Kokap pada umumnya pada tahun 2012. Oleh karena itu, kegiatan pemantapan akan segera ditindaklanjuti dengan pembuatan program kerja dan kegiatan selama tahun 2012. Program dan kegiatan ini setelah jadi akan segera diusulkan penganggarannya kepada pemerintah desa sehingga harapannya semua kegiatan akan terdanai dan terlaksana dengan baik. Target yang ingin dicapai di tahun 2012 adalah melakukan kunjungan dan sosialisasi masalah seksualitas, napza, HIV dan AIDS ke seluruh dusun di Desa Hargotirto.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=691&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/pik-remaja-hargomulyo-mantapkan-pengurus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2012, PEMBINAAN PIK REMAJA AKAN DIINTENSIFKAN</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/2012-pembinaan-pik-remaja-akan-diintensifkan/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/2012-pembinaan-pik-remaja-akan-diintensifkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 00:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Selama tahun 2012, pembinaan terhadap Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di Kulonprogo baik jalur sekolah maupun non sekolah akan semakin diintensifkan. Pertimbangannya, selain untuk meningkatkan kualitas kegiatan, juga dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi PIK Remaja yang ada di Kulonprogo dalam rangka ikut membendung maraknya perilaku negatif remaja baik yang terkait dengan seksualitas seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=689&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama tahun 2012, pembinaan terhadap Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di Kulonprogo baik jalur sekolah maupun non sekolah akan semakin diintensifkan. Pertimbangannya, selain untuk meningkatkan kualitas kegiatan, juga dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi PIK Remaja yang ada di Kulonprogo dalam rangka ikut membendung maraknya perilaku negatif remaja baik yang terkait dengan seksualitas seperti pacaran tidak sehat, perilaku seks bebas maupun, penyalahgunaan Napza yang memiliki pengaruh terhadap rentannya penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS) serta  HIV dan AIDS. Bentuk pembinaannya selain dengan kunjungan ke kelompok, juga akan dilakukan pendampingan dalam pengelolaan kegiatannya agar lebih terarah dan terencana.<br />
Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Drs. Mardiya saat ditemui di kantornya, Rabu (18/1). Di tambahkan oleh Mardiya, saat ini di Kulonprogo terdapat 33 kelompok PIK Remaja yang tersebar di 12 kecamatan. Dari jumlah tersebut 16 kelompok di antaranya adalah PIK Remaja jalur sekolah yakni PIK Remaja SMA N 1 Temon, SMA N 1 Wates, SMA N 2 Wates, SMA Maarif Wates, MAN 2  Wates, SMK N 1 Panjatan, SMA N 1 Lendah, SMA N 1 Sentolo, SMA N 1 Pengasih, SMK N 1 Pengasih, SMA N 1 Kokap, SMA N 1 Girimulyo, SMK N 1 Nanggulan, SMA N 1 Kalibawang, SMA N 1 Samigaluh, dan  PIK Remaja SMK N 1 Samigaluh. Dalam waktu dekat, akan terbentuk lagi PIK Remaja SMK N 2 Pengasih dan PIK Remaja MAN 1 Wates.  Sementara PIK Remaja jalur non sekolah ada 17 kelompok yakni PIK Remaja Kecamatan Temon, Kecamatan Wates, Kecamatan Panjatan, Kecamatan Galur, Kecamatan Lendah, Desa Sukoreno, Desa  Kaliagung, Kecamatan Pengasih, Desa Tawangsari, Kecamatan Kokap, Desa Hargotirto, Desa Hargomulyo, Kecamatan Girimulyo, Kecamatan Nanggulan, Kecamatan Kalibawang, Desa Ngargosari, dan PIK Remaja Kencana.<br />
Menurut Mardiya, agar kualitas dan fungsi PIK Remaja berjalan optimal, disarankan untuk masing-masing PIK Remaja, terutama yang jalur sekolah melakukan pelatihan Pendidik Sebaya (PS), Konselor Sebaya (KS) dan Pengelola PIK Remaja sebagai upaya regenerasi kader yang dilakukan setiap tahun. Kemudian agar pendanaan kegiatan tidak menjadi masalah, di jalur sekolah, PIK Remaja diharapkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang pembinanya dapat diambilkan dari guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah yang bersangkutan, dokter Puskesmas, Polsek, petugas KUA, atau dari unsur lain seperti Forum PIK Remaja, PKBI, KPA, BNK, dll.<br />
“Sekarang ini baru kita susun Panduan Materi PIK Remaja yang melibatkan lintas sektor dan institusi lain sebagai pegangan Pendidik Sebaya jalur sekolah dan non sekolah dalam melakukan penyuluhan dan KIE pada kelompok sasaran. Diharapkan buku ini bias selesai pada akhir bulan Februari ini sehingga pada bulan Maret 2012 nanti sudah dapat digunakan oleh seluruh PIK Remaja yang ada di Kulonprogo”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=689&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/02/12/2012-pembinaan-pik-remaja-akan-diintensifkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYOAL PENYALAHGUNAAN OBAT TERLARANG OLEH REMAJA Oleh: Drs. Mardiya</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2012/01/18/menyoal-penyalahgunaan-obat-terlarang-oleh-remaja-oleh-drs-mardiya/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2012/01/18/menyoal-penyalahgunaan-obat-terlarang-oleh-remaja-oleh-drs-mardiya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 06:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/2012/01/18/menyoal-penyalahgunaan-obat-terlarang-oleh-remaja-oleh-drs-mardiya/</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk perilaku sebagian remaja yang cukup mencemaskan kalangan orangtua  dan masyarakat umum sekarang ini adalah penyalahgunaan obat terlarang/narkoba. Istilah penyalahgunaan obat merujuk pada pengertian setiap penggunaan obat yang menyebabkan gangguan fisik, psikologis, ekonomis, hukum atau sosial, baik pada individu pengguna maupun orang lain sebagai akibat tingkah laku pengguna obat tersebut. Sebenarnya alkohol yang terkandung dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=688&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bentuk perilaku sebagian remaja yang cukup mencemaskan kalangan orangtua  dan masyarakat umum sekarang ini adalah penyalahgunaan obat terlarang/narkoba. Istilah penyalahgunaan obat merujuk pada pengertian setiap penggunaan obat yang menyebabkan gangguan fisik, psikologis, ekonomis, hukum atau sosial, baik pada individu pengguna maupun orang lain sebagai akibat tingkah laku pengguna obat tersebut. Sebenarnya alkohol yang terkandung dalam minum-minuman keras termasuk dalam kategori ini, karena alkohol termasuk kategori depressan yang merupakan obat yang dapat mengurangi rasa cemas dan membuat tertidur (sedatif). Namun alkohol dapat menyebabkan ketergantungan secara fisik maupun psikologis.</p>
<p>Secara spesifik I Gusti Lanang Sidiartha dan I Wayan Westa (dalam Soetjiningsih, 2004) mengklasifikasikan zat atau obat yang sering disalahgunakan orang termasuk remaja adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>Pertama</em>, <em>Cannobinoids</em>, yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah marijuana dan hashish.</p>
<p><em>Kedua, </em>Depressan, yang termasuk kategori ini adalah: (1) Sedatif, obat untuk mengurangi rasa cemas dan membuat tertidur (<em>alkohol, barbiturat, methaqualohe/qualude, gluthetimide/doriden, flunitrazepam/rohipnol, gamma-hydroxybutyrate/GHB</em>); (2) Tranquilizer minor, obat untuk mengurangi rasa cemas serta dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis(<em>diazepam/valium, alprazolam/xanax, chlordiazepoxide/ librium, triazolam/halcion </em>dan<em> lorazepam/ativa</em>n); (3) Transquilizer mayor (fenotiazin dan klorpromazin).</p>
<p><em>Ketiga, </em>Stimulan, yang dapat menyebabkan ketergantungan psikologis yang sangat kuat. Yang termasuk kategori ini adalah: (1) Amfetamin, yang termasuk kelompok ini adalah <em>clandestin, methamphetamine, pharmaccutical</em>, dll (2) Nikotin (3) Kafein (4) Kokain (5) Ritalin</p>
<p><em>Keempat, </em>Halusinogen, yang dapat mempengaruhi sensasi, emosi dan kewaspadaan, dan menyebabkan distorsi persepsi realitas. Obat ini menyebabkan ketergantungan psikologis, namun tidak menyebabkan ketergantungan fisik. Yang termasuk kelompok ini adalah LSD, <em>mescaline</em>, DMT (<em>dimethyltryptamine</em>), DOM, PCP, psilocybin, dsb.</p>
<p><em>Kelima, </em>Derivat opiun dan morfin, yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan dapat menyebabkan ketergantungan secara fisik maupun psikologis. Yang termasuk kelompok ini adalah <em>morfin, heroin, kodein, meferidin, methadon, fentanil</em> dan <em>opium.</em></p>
<p><em>Keenam, </em>Anestesi, obat yang termasuk kelompok ini adalah <em>ketamin</em> dan <em>phencyclidine</em> dan <em>analognya.</em></p>
<p>Peristiwa makin banyaknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang khususnya narkoba di kalangan pelajar saat ini benar-benar telah menggelisahkan masyarakat dan keluarga-keluarga diIndonesia. Betapa tidak, meskipun belum ada penelitian yang pasti berapa banyak remaja pengguna narkoba, namun dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa semakin banyak remaja kita yang terlibat kasus narkoba menjadi indikasi betapa besarnya pengaruh narkoba dalam kehidupan remaja di Indonesia. Yang perlu diwaspadai, kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di kalangan remaja kita ibarat fenomena gunung es dimana kasus yang terlihat hanya sebagian kecil saja, sementara kejadian yang sebenarnya sudah begitu banyak.</p>
<p>Hasil Survai Badan Narkoba Nasional (BNN) Tahun 2005 terhadap 13.710 responden di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10 tahun. Survai dari BNN ini memperkuat hasil penelitian Prof. Dr. Dadang Hawari pada tahun 1991 yang menyatakan bahwa 97% pemakai narkoba adalah para remaja.</p>
<p>Di DIY sendiri kasus peredaran narkoba sudah begitu marak. Dinas Sosial Propinsi DIY hingga akhir tahun 2004 menemukan 5.561 orang pengguna narkoba. Di tahun 2005 saja, Polda DIY menangani 181 perkara narkoba., yang meliputi 85 perkara psikotropika dan 96 narkoba, dengan 210 tersangka (201 orang laki-laki dan 9 orang perempuan).  Yang mengerikan, dari kasus itu 28 % di antara mereka yang terlibat adalah remaja berusia 17 – 24 tahun. Menurut dr. Inu Wicaksono dari RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta telah menjadi kota nomor dua penyebaran narkoba di Indonesia setelah Jakarta.</p>
<p> Khusus di Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan data Sat Narkoba Polres Kulon Progo dapat di ketahui bahwa pada tahun 2007 terdapat 1 kasus narkoba. Namun  hasil patroli minum-minuman keras pada bulan Maret 2008 telah menemukan  11 kasus anak minum-minuman keras yang kemungkinan besar juga terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Persoalannya, seberapa besar kasus remaja yang sebenarnya terlibat dalam kasus narkoba , tidak ada yang mengetahui. Namun kasusnya diperkirakan juga mengikuti fenomena “gunung es”.</p>
<p>Mau tidak mau kita harus mengakui, narkoba akan menjadi bahaya laten bagi remaja kita dan masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa bila tidak segera dicari cara-cara penanggulangan yang efektif dan efisien. Ada dua alasan mendasar hal itu bisa terjadi. <em>Pertama</em>, karena narkoba dapat merusak kesehatan remaja kita. Remaja yang kecanduan narkoba akan mengalami kemunduran fungsi organ tubuh dan system kekebalannya. Daya pikir sangat berkurang, kehilangan minat/semangat untuk melakukan mengikuti pelajaran sehingga prestasi belajarnya akan terus menurun. Bahkan bila tingkatannya sudah sangat tinggi, bila mereka berumah tangga kelak keturunannya bisa menjadi anak idiot ataupun perkembangan jiwanya terbelakang, mendekati debil dan embisil karena sistem sarafnya terganggu.</p>
<p><em>Kedua</em>, penyalahgunaan narkoba telah menyeret remaja pada perbuatan buruk lainnya tanpa memikirkan dampaknya lebih jauh. Karena terdorong oleh kenikmatan yang sebenarnya semu sebagai efek sesaat penggunaan narkoba segera setelah merasuk ke tubuhnya, sang remaja akan terus berupaya mendapatkan barang tersebut bagaimanapun caranya. Tidak peduli harus menipu, mencuri, mengompas, merampok atau bahkan dengan membunuh sekalipun. Bahkan untuk remaja putri akan dengan  mudah menyerahkan keperawanan dan tubuhnya untuk “disantap” pria hidung belang atau teman sejawatnya sekedar guna mendapatkan barang haram tersebut.</p>
<p>Semuanya itu jelas akan memburamkan masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa termasuk masa depan remaja itu sendiri. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana. Remaja yang menyalahgunakan narkoba sudah menjadi generasi yang rusak dan sulit dibenahi. Tubuhnya tidak lagi fit dan fresh untuk belajar dan bekerja membantu orangtua, sementara mentalnya telah dikotori oleh niat-niat buruk untuk mencari cara mendapatkan barang yang sudah membuatnya kecanduan. Bila sudah demikian, apa yang dapat diharapkan dari mereka? Sudah produktifitasnya rendah, kemampuan berpikirnya lemah, masih ditambah perilakunya liar tanpa kendali. Apalagi mengindahkan nilai moral, etika hukum dan agama. Artinya, mereka tidak dapat diharapkan lagi menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas yang mampu mengangkat harkat diri, keluarga, masyarakat dan bangsanya ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Khusus dalam lingkungan keluarga, remaja pengguna narkoba akan memporakporandakan ketahanan keluarga yang dengan susah payah dibangun oleh kedua orang tuanya. Keluarga menjadi tidak lagi mampu mencapai ketenangan hidup, komunikasi antar anggota keluarga terganggu, tumbuh rasa was-was serta kondisi ekonomi yang morat-marit karena ulah sang anak. Belum lagi timbulnya rasa saling curiga saat terjadi peristiwa kehilangan uang/barang karena dicuri oleh anaknya yang telah kecanduan narkoba. Atau munculnya sikap saling menyalahkan, menyesal atau bahkan bersumpah serapah melihat perilaku anaknya yang bak binatang karena tanpa perasaan. Disini bisa dibayangkan betapa pedih dan perih hati orang tua yang akan mengganggu perasaan dan aktifitas sehari-hari, sehingga bisa pula diramalkan betapa fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih dan melindungi serta fungsi pendidikan dalam keluarga akan menjadi luntur dan sirna. Sementara pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut secara baik menjadi pilar utama untuk dapat membangun keluarga berketahanan sebagai syarat pokok untuk dapat menjadi keluarga yang berkualitas.</p>
<p>Sementara kita pun tahu bahwa betapapun kecil kontribusinya, ketahanan keluarga akan mempengaruhi ketahanan bangsa. Karena sebuah negara terdiri dari kumpulan-kumpulan keluarga yang membentuk lingkungan masyarakat dan lingkungan kewilayahan yang menjadi bagian dari negara dimaksud. Jadi bila keluarga-keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat ketahannya hancur akibat remajanya banyak yang menggunakan narkoba, ketahanan bangsa pun akan hancur pula tanpa menunggu waktu lama.</p>
<p>Perlu dimengerti bahwa sebenarnya narkoba yang merupakan akronim dari narkotika dan obat-obaran terlarang sebenarnya bukan merupakan hal baru dalam dunia medis. Narkotika merupakan zat atau tanaman/bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No 22 tahun 1997). Sementara obat-obatan terlarang (psikotropika) yang dimaksud adalah zat atau obat, baik alamiah maupun  sintetik bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku (UU No 5 Tahun 1997).</p>
<p>Narkoba bila digunakan pada takaran tertentu menurut resep dokter akan memberikan resep kesegaran dan dapat menghilangkan rasa sakit pada pasien. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan yang dalam hal ini diistilahkan dengan penyalahgunaan, akan menimbulkan berbagai efek negatif sebagaimana telah dipaparkan di muka.</p>
<p>Itu pun baru sebagian kecil dari bahaya narkoba. Sebab secara detil, pecandu narkoba akan mengalami penderitaan lahir batin yang luar biasa. Mulai dari mata nerocos, hidung meler-meler, mual-mual sampai muntah, diare, tulang dan sendi nyeri, tidak bisa tidur serta tidak doyan makan, selalu curiga, mudah emosi, hingga selalu gelisah, kacau dan sering mengalami halusinasi penglihatan. Penderitaan ini masih harus ditambah dengan adanya rasa hampa, depresi, ingin mati, tekanan darah meningkat sampai bisa stroke.</p>
<p>Dengan mengingat segala efek negatif penyalahgunaan narkoba tersebut, sudah selayaknya remaja-remaja di Indonesia dibebaskan dari narkoba. Karena dampaknya sungguh-sungguh tidak sepadan dengan manfat yang diperoleh.</p>
<p>Kita tahu bahwa remaja adalah generasi muda harapan bangsa. Mereka yang akan mewarisi tanah air kita berikut segala potensi sumber dayanya. Hal ini berarti remaja suka tidak suka dan mau tidak mau harus siap memikul tanggung jawab yang tidak ringan namun mulia tersebut. Sehingga mereka harus dibebaskan dari narkoba yang nyata-nyata memiliki efek merusak.</p>
<p>Upaya membangun remaja bebas narkoba menjadi semakin penting untuk saat ini, karena kita telah memasuki era millenium tiga yang penuh persaingan akibat kehidupan yang mengglobal. Dunia sekarang ini tidak lagi disekat oleh ruang dan waktu. Bekat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, semua orang dapat mengakses segala informasi dari belahan bumi lain. Dengan diterapkannya pasar bebas, maka bangsa-bangsa yang memiliki SDM majulah yang mampu bersaing. Apa makna dari semuanya itu ? Bangsa kita akan terus terjebak dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan tanpa harapan masa depan bila generasi remajanya banyak yang terbelenggu oleh narkoba. Sehingga upaya mewujudkan remaja bebas narkoba menjadi upaya strategis yang tidak bisa ditawar ataupun ditunda.</p>
<p>Remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan keluarga, masyarakat dan negara. Sebagai generasi penerus, remaja  harus memiliki motivasi kuat untuk belajar dan terus belajar agar kelak akan mampu menjadi generasi yang tidak saja sehat, cerdas dan terampil, tetapi juga bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sementara dalam lingkungan keluarga akan memberi dukungan positif membangun keluarga yang harmonis dan berketahanan. Oleh karena itu, membangun remaja yang bebas narkoba menjadi tuntutan yang tidak bisa ditunda dan ditawar-tawar.</p>
<p>Membangun remaja bebas narkoba hendaknya dilakukan dengan mengintegrasikan tiga langkah penting, yakni melalui upaya pencegahan dalam lingkugan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat serta melalui gerakan bebas narkoba yang dicanangkan pemerintah untuk diimplementasikan di semau tingkatan masyarakat. Pihak pemerintah juga perlu mensosialisasikan UU No 22 tahun 1997 dan UU No 5 Tahun 1997  secara luas berikut sanksinya dan berupaya keras agar kegiatan/aktivitas yang memberi peluang terhadap peredaran narkoba dapat dihilangkan atau ditekan seminimal mungkin.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/688/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=688&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2012/01/18/menyoal-penyalahgunaan-obat-terlarang-oleh-remaja-oleh-drs-mardiya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PIK REMAJA SEHATI, INTENSIFKAN KIE KRR</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/pik-remaja-sehati-intensifkan-kie-krr/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/pik-remaja-sehati-intensifkan-kie-krr/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 04:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja “Sehati) Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo sejak terbentuk kepengurusannya 5 Agustus 2011 lalu dan dikuatkan dengan SK Kepala Desa No 11 Tahun 2011, telah berupaya mengintensifkan KIE Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) melalui berbagai kegiatan yang variatif. Di antaranya melalui pertemuan penyuluhan di Balai Desa, pelatihan dan pemantapan bagi pengurus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=682&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pusat Informasi dan Konseling  (PIK) Remaja “Sehati) Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo sejak terbentuk kepengurusannya 5 Agustus 2011 lalu dan dikuatkan dengan SK Kepala Desa No 11 Tahun 2011, telah berupaya mengintensifkan KIE Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) melalui berbagai kegiatan yang variatif.  Di antaranya melalui pertemuan penyuluhan di Balai Desa, pelatihan dan pemantapan bagi pengurus dengan mengundang nara sumber dari Puskesmas, Polsek, Komisi Penanggulangan AIDS, dan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP &amp; KB) Kabupaten Kulonprogo, dan terakhir pada hari Sabtu malam (29/10) melakukan KIE massa dengan melakukan pemutaran film KB dan Kesehatan Reproduksi.<br />
Menurut Ketua PIK Remaja Sehati Nita Arfiyani yang dididampingi wakilnya Widyayanti menyatakan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PIK Remaja Sehati didorong oleh keprihatinan para pengurus terhadap derasnya arus globalisasi yang membawa dampak negative terhadap sikap dan perilaku remaja yang cenderung mengarah pada perilaku seks bebas, kekerasan, minum-minuman keras dan penyalahgunaan narkoba. Mereka tidak ingin para remaja Tawangsari mengalami kejadian serupa tanpa ada upaya pengendalian. Oleh karena itu, mereka melakukan upaya pencegahan dengan berbagai kegiatan yang positif dan menarik minat mereka untuk mendengarkan, memahami, mengambil makna dari pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Harapannya, mereka dapat mengimplementasikan berbagai upaya positif tersebut dalam kegiatan sehari-hari.<br />
“Kami dari pengurus PIK Remaja tidak ingin terjadi degradasi moral pada para remaja di Desa Tawangsari. Oleh karenanya, kami akan terus melakukan KIE tentang KRR ini sehingga seluruh remaja akan terjangkau informasi ini dan mau peduli terhadap kesehatan reproduksinya” katanya.</p>
<p>Sumber berita: Drs. Mardiya<br />
Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi pada BPMPDP &amp; KB Kabupaten Kulonprogo.<br />
HP. 087738048525</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=682&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/pik-remaja-sehati-intensifkan-kie-krr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUA ANAK, MEMANG LEBIH BAIK Oleh Drs. Mardiya</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/dua-anak-memang-lebih-baik-oleh-drs-mardiya-2/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/dua-anak-memang-lebih-baik-oleh-drs-mardiya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 03:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=680</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi Pak Tukiman (nama samaran) sudah dibuat pusing tujuh keliling. Berkali-kali ia mondar-mandir berjalan keluar masuk di rumah bambunya yang reyot sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala sambil mendesah. Tanpa terasa rokok tingwe yang sesekali ia hisap terjatuh karena pikirannya sedang kacau. Kacau oleh keadaan ekonomi keluarganya yang kelewat miskin, karena apa-apa tidak punya. Terlebih sejak bahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=680&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi-pagi Pak Tukiman (nama samaran) sudah dibuat pusing tujuh keliling. Berkali-kali ia mondar-mandir berjalan keluar masuk di rumah bambunya yang reyot sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepala sambil mendesah. Tanpa terasa rokok tingwe yang sesekali ia hisap terjatuh karena pikirannya sedang kacau. Kacau oleh keadaan ekonomi keluarganya yang kelewat miskin, karena apa-apa tidak punya. Terlebih sejak bahan kebutuhan hidup sehari-hari melambung tinggi, kehidupan keluarganya semakin menderita saja, karena untuk memenuhi kebutuhan makan saja susahnya bukan main.<br />
Wajar bila Pak Tukiman pusing, soalnya ia yang beranak lima orang masih kecil-kecil, baru saja mendengar keluhan isterinya Tukinem (bukan nama sebenarnya) bahwa beras yang akan di masak sudah habis, belum lagi bumbu dan sayur sudah tidak ada. Kecuali beberapa lembar daun melinjo muda pemberian tetangga kemarin sore. Mau berhutang ke warung, sudah tidak mungkin karena hutang sebelumnya belum terbayar. Sementara mau pinjam ke tetangga kiri kanan, merasa malu karena hutangnya memang sudah “tempuk gelang”. Artinya hampir semua tetangganya sudah pernah dipinjami uang atau barang, dan semuanya belum dikembalikan. Mau menggadaikan atau menjual barang/perabotan rumah tangga, sama sekali tidak ada barang yang berharga. Jangankan pesawat televise, tape recorder atau radio, piring, gelas dan sendok yang adapun sudah kusam karena digunakan untuk makan sehari-hari. Jadi tidak mungkin untuk digadaikan atau dijual. Sebelumnya sang isteri mungkin sudah tahu, bila suaminya juga tidak memiliki uang. Tetapi ia harus tetap bilang pada ayah dari anak-anak, siapa tahu ada jalan keluar yang dapat mengurangi beban pikirannya.<br />
Tanpa disadari, kedua mata Pak Tukiman berkaca-kaca saat melihat isterinya meneteskan air mata sambil menangis sesenggukan. Ia sendiri tidak memiliki uang yang cukup. Di dompetnya tinggal ada beberapa keping uang receh yang nilainya tak lebih dari dua ribu rupiah. Hatinya seperti teriris-iris. Terlebih saat melihat kelima anaknya yang masih tidur berjajar di amben tua beralaskan tikar lusuh. Dipandanginya anaknya satu per satu. Yanto, Jono, Tono, Ari dan Rini yang baru berumur beberapa bulan (semuanya nama samaran). Matanya semakin nanar saat mengingat Yanto dan Jono yang mestinya sudah kelas 5 dan 4 SD terpaksa tidak sekolah karena tidak ada biaya. Bagaimana mau sekolah, untuk mencukupi kebutuhan makan dan pakaian saja seakan sudah tidak mampu. Belum ia harus menyediakan uang ekstra untuk nyumbang ke tetangga kanan kiri yang punya hajat, entah mantu atau supitan.<br />
Wajar bila Pak Tukiman tidak mampu berbuat banyak, karena pekerjaan sehari-harinya hanya serabutan. Memperoleh penghasilan saat ada orang lain membutuhkan tenaganya. Sawah dan ladang sama sekali tak di miliki, kecuali sepetak tanah seluas kurang lebih 100 meter persegi yang ia tempati bersama anak dan isterinya. Itupun warisan dari orang tuanya yang dulunya juga beranak banyak hingga 8 orang. Isterinya tercinta sebenarnya sudah berusaha membantu dengan menjadi buruh tukang cuci dan seterika pada keluarga kaya di kampungnya. Namun apa daya, penghasilannya sangat minim, sehingga untuk mencukupi gizi anak-anaknya dan kebutuhan susu anak yang paling bungsu sudah begitu berat. Oleh karena itu, dalam hati Tukiman dan isterinya merasa menyesal, kenapa mereka harus terlalu banyak anak. Bila anaknya hanya dua orang tentu kenyataan pahit yang diterimanya tidak akan pernah terjadi.<br />
Kisah di atas adalah kondisi senyatanya yang dialami tetangga penulis yang kondisinya miskin namun terlanjur beranak banyak karena tidak ikut KB. Kejadiannya memang sudah cukup lama, sekitar tahun 1987, namun kondisi kehidupan sehari-hari yang selalu terpantau oleh tetangganya termasuk penulis, tetap saja membekas hingga saat ini. Apalagi penderitaan yang dialami saat itu belumlah cukup. Karena peristiwa yang terjadi selanjutnya, dalam usianya yang sudah mendekati setengah abad, Pak Tukiman bersama isteri dan kelima anaknya berangkat transmigrasi ke Sumatera mengikuti program pemerintah. Sayang, baru beberapa bulan di tanah seberang, Pak Tukiman sakit-sakitan dan akhirnya meninggal di tanah rantau. Peristiwa yang terjadi selanjutnya, tidak banyak yang tahu. Namun yang pasti, isteri dan anak-anaknya harus berjuang keras untuk tetap dapat bertahan hidup di lokasi transmigrasi.</p>
<p>Kisah menyedihkan seperti yang dialami Pak Tukiman sekeluarga tentu banyak dialami pula oleh keluarga-keluarga miskin di sekitar kita. Soalnya, hingga saat ini Indonesia yang berpenduduk 226 juta jiwa masih memiliki 24 juta keluarga miskin dari sekitar 53 juta keluarga yang ada. Dari jumlah keluarga miskin sebanyak itu, sebagian besar adalah petani kecil atau buruh serabutan yang tinggal di desa-desa atau perkamupungan kumuh di kota tanpa akses untuk berkembang sama sekali. Ironisnya, karena kemiskinannya itu telah merangsang mereka beranak banyak, lebih banyak dari keluarga-keluarga yang kesejahteraannya lebih baik. Mungkin itu satu-satunya hiburan yang dapat menentramkan hatinya, yakni “berkumpul” dengan isteri, tanpa menyadari masalah kehidupan yang baru telah menghadang.<br />
Tidak mengherankan bila berbagai kisah tragis terus bermunculan dalam keluarga-keluarga miskin di negara kita. Bahkan sekitar tiga tahun lalu pernah terjadi peristiwa menggemparkan yang menimpa sebuah keluarga di Bandung, Jawa Barat. Saat itu, seorang ibu tega menghabisi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Alasannya sungguh menghenyakkan semua pihak. Pasalnya, dari bibir ibu muda yang ternyata berpendidikan dan ekonomi sejahtera itu, keluar pengakuan tentang ketakutannya terhadap masa depan anak-anaknya yang mungkin tidak secerah yang diinginkannya. Hal tersebut menjadi bukti bahwa masalah kekurangan dari segi ekonomi masih menjadi momok bagi sebagian besar keluarga di Indonesia, bahkan dari keluarga kaya sekalipun.<br />
Sekarang ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa membesarkan dan mendidik anak, memang membutuhkan investasi yang besar. Terlebih kalau kita mau mengingat empat hak dasar anak yang salah satunya adalah hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Artinya, kita sebagai orangtua tidak hanya berkewajiban mencukupkan kebutuhan makan minum agar tetap dapat bertahan hidup serta memberi perlindungan agar sang anak merasa aman dan nyaman dalam dekapan ayah ibunya. Tetapi lebih dari itu, harus mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui pembinaan dan pendidikan yang layak agar nantinya sang anak tidak saja sehat, cerdas dan trampil, tetapi juga berkepribadian luhur dan bertaqwa kepada Tuhan YME. </p>
<p>Sejak usia balita yang merupakan “the golden age” anak sudah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain perhatian dan kasih sayang. Setidaknya untuk kecukupan asupan gizi, pemeliharaan kesehatan, membeli Alat Permainan Edukatif (APE), mencukupkan kebutuhan sandang maupun kebutuhan “thetek bengek” lainnya manakala anak sakit, lahir tidak normal, memiliki penyakit bawaan atau mengalami kecelakaan. Belum lagi bila kita sebagai orangtua sama-sama bekerja (karier ganda), maka harus menyediakan pula dana khusus untuk memelihara pembantu atau membayar Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai imbalan karena telah mengasuh dan menjaga anak saat kita pergi mencari penghidupan.<br />
Seiring dengan bertambahnya usia anak, kebutuhan hidupnya semakin besar. Terlebih bila anak telah memasuki usia sekolah, dana yang harus dikeluarkan semakin membengkak. Karena bukan lagi sekedar untuk biaya pendidikan, kursus-kursus/privat, tetapi juga untuk memenuhi tuntutan anak yang makin berkembang. Bukan tidak mungkin di era sekarang ini, anak kita yang masih duduk di bangku SD sudah minta barang-barang yang harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Belum lagi keinginannya untuk minta ini itu, pergi jalan-jalan ke tempat wisata, berbelanja ke super market, dan lain-lain. Tidak sedikit di antara kita yang harus “menjadikan kepala untuk kaki dan kaki untuk kepala” sekedar untuk menganalogkan betapa kita harus bekerja ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan dan kebahagiaan sang anak.<br />
Gambaran bila anak kita lebih dari dua apalagi dengan jarak kelahiran yang terlalu dekat seperti yang dipaparkan di muka, sudah cukup sebagai “kaca benggala” bagi kita betapa sulitnya mencukupkan kebutuhan mereka baik materi maupun perhatian dan kasih sayang. Terlebih bila anak kita sudah memasuki bangku sekolah menengah atau kuliah di perguruan tinggi. Bagi keluarga miskin sudah semakin sulit untuk menjangkau pembiayaannya. Sekarang ini banyak kasus, orangtua terpaksa men-drop out-kan anak dari sekolah karena kekurangan biaya.<br />
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Nasional, setidaknya 1,72 juta anak-anak negeri ini terpaksa drop out Sekolah Dasar setiap tahunnya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Ini belum termasuk anak-anak seperti anaknya Pak Tukiman yang sejak awal tidak pernah punya kesempatan untuk sekolah karena faktor biaya dan kondisi keluarga.<br />
Apa arti dari semuanya itu? Ternyata keluarga dengan dua orang anak dipandang dari sudut manapun, memang masih lebih baik. Ini sesuai dengan slogan yang dilontarkan oleh Kepala BKKBN Pusat belum lama ini bahwa “dua anak lebih baik”. Sebab selain kita dapat memberi kasih sayang yang cukup untuk anak, kesehatan ibu tetap terjaga, kebutuhan untuk mengasuh, membina, mendidik dan membesarkan anak masih relatif terjangkau oleh sebagian besar keluarga di negara kita. Terlebih bila kita mengingat era globalisasi telah bergulir, yang berarti persaingan untuk bertahan hidup dan eksis bagi individu, masyarakat, bangsa dan negara, semakin sulit. Hanya orang-orang dengan kualitas memadai saja yang akan mampu memenangkan persaingan, yang berarti pula dapat hidup layak dan dapat mengaktualisasikan kekehidupannya dalam masyarakat secara optimal.</p>
<p>Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi pada BPMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo.<br />
HP: 087738048525</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=680&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2011/10/31/dua-anak-memang-lebih-baik-oleh-drs-mardiya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMA 1 TEMON MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/sma-1-temon-menuju-sekolah-adiwiyata/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/sma-1-temon-menuju-sekolah-adiwiyata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 01:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[Bukan tanpa bekal yang cukup, ketika SMA N 1 Temon Kulonprogo di bawah pimpinan Drs. Slamet Riyadi bertekad mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Bekal sekolah yang luas tanahnya 10.000 m2 dan luas bangunannya 1.333 m2 serta memiliki 350 siswa dan 30 guru tersebut, setidaknya dapat dibaca dari beberapa penghargaan terkait dengan lingkungan hidup sejak tahun 1999 hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=677&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan tanpa bekal yang cukup, ketika SMA N 1 Temon Kulonprogo di bawah pimpinan Drs. Slamet Riyadi bertekad mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Bekal sekolah yang luas tanahnya 10.000 m2 dan luas bangunannya 1.333 m2 serta memiliki 350 siswa dan 30 guru tersebut, setidaknya dapat dibaca dari beberapa penghargaan terkait dengan lingkungan hidup sejak tahun 1999 hingga sekarang. Bekal yang dimaksud adalah sebagai Juara IV Sekolah Sehat Tingkat Provinsi DIY Tahun 1999 dan Juara Harapan II Sekolah Sehat Tingkat Provinsi DIY Tahun 2001. Kemudian Juara I Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Kulonprogo Tahun 2003, Juara I Evaluasi Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup Tingkat Kabupaten Kulonprogo  dan  Juara III Tingkat Provinsi DIY Tahun 2009. Dan yang terakhir sebagai Juara I Tingkat Kabupaten Kulonprogo Tahun 2011 dalam lomba yang sama.<br />
Mewujudkan Sekolah Adiwiyata,  yakni sekolah yang kondusif sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah untuk turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, sangat disadari  oleh seluruh warga SMA N 1 Temon, bukanlah sesuatu yang mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan. Apalagi upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata harus dimulai dengan membuat dan melaksanakan program/kegiatan pengelolaan hidup di sekolah dengan sungguh-sungguh, mulai dari perencanaan, menentukan kebijakan, pembiasaan, penyediaan anggaran, penataan kelembagaan sampai pada penataan kondisi fisik sekolah. Ini belum termasuk upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi seluruh warga sekolah terhadap pengelolaan sekolah yang ramah lingkungan, serta membangun kemauan, kemampuan dan pengetahuan warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan hidup.<br />
Berangkat dari sinilah, SMA N 1 Temon telah bertekad untuk menggapai cita-citanya dengan cara menanamkan rasa peduli para siswa, guru dan warga sekolah yang lain terhadap lingkungannya. Kepedulian ini tidak sebatas pada ucapan atau kata-kata tetapi telah pula diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang terkait dengan perubahan perilaku dari mengeksploitasi lingkungan menjadi mengelola lingkungan agar kelestariannya tetap terjaga. Caranya antara lain dengan mengurangi resiko pencemaran sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan menyenangkan bagi penghuninya.<br />
Ide  mewujudkan Sekolah Adiwiyata di SMA N 1 Temon berawal dari ide membangkitkan kesadaran dan kearifan lingkungan kepada masyarakat, dengan dua pertimbangan dasar. Pertama, kegiatan sekolah langsung diketahui oleh masyarakat luas dan selalu meningkatkan peran serta orangtua siswa dan siswa. Kedua, siswa yang dididik di sekolah dipersiapkan sebagai generasi penerus yang pada gilirannya akan menjadi anggota masyarakat pengambil keputusan dan pelaku lingkungan. Dengan demikian, mewujudkan Sekolah Adiwiyata bagi SMA N 1 Temon merupakan kegiatan yang strategis untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan kearifan lingkungan melalui penghayatan lingkungan oleh seluruh warga sekolah, termasuk orangtua siswa dan lingkungan dekat sekolah, bahkan lintas daerah secara nasional.<br />
Dengan visi sekolah “Terwujudnya pendidikan yang unggul dalam prestasi, teladan dalam perilaku cinta lingkungan dan rasa cinta tanah air” dan enam misinya yang salah satunya adalah menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan berperan aktif mempengaruhi komunitas yang lebih luas, SMA N 1 Temon telah, sedang dan akan terus mengembangkan Program Sekolah Adiwiyata yang diukur dengan empat indikator sebagai berikut: Pertama, mengembangkan kebijakan sekolah terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup. Kebijakan yang dimaksud adalah penerbitan Surat Edaran Kepala Sekolah tentang Pengintegrasian Materi Lingkungan Hidup ke dalam Mata Pelajaran, yang ditunjukkan dalam Standar Kompetensi Dasar dan Indikator ke dalam Silabus, Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP), dan Bahan Ajar. Kemudian kebijakan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM (tenaga kependidikan dan non kependidikan) di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup, Kebijakan Sosialisasi Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup kepada warga sekolah, pengawas, komite sekolah dan orangtua siswa,  Kebijakan Upaya Penghematan Energi, Kebijakan yang terkait terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Serta kebijakan pengalokasian anggaran untuk kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup.<br />
Kedua, mengembangkan Kurikulum Berbasis Lingkungan melalui: (1) Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup, (2) Pengembangan Materi Mengajar yang Diintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran, (3) Mengidentifikasi issue lokal di sekolah dan issue global (4) Mengembangkan dukungan, media dan sumber belajar, (5) Mengembangkan kegiatan aksi riil dalam rangka pengelolaan/pelestarian lingkungan.<br />
Ketiga, pengembangan pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan hidup peserta didik dengan kegiatan berbasis partisipatif antara lain melalui: (1) Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler melalui Program Pengembangan Diri berupa pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan, (2) Kegiatan lingkungan hidup yang diprakarsai sekolah dengan melibatkan masyarakat sekitar sekolah berupa penanaman pohon dan pengolahan sampah, (3) Kegiatan Lingkungan Hidup yang diprakarsai oleh pihak luar, (4) Menjalin kemitraan dengan instansi terkait, (5) Pembiasaan mengucapkan salam lingkungan untuk mengawali pelajaran.<br />
Keempat, pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah melalui:  (1) Pemanfaatan  dan pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, (2) Upaya pengelolaan fasilitas, sanitas untuk menunjang kebersihan, (3) Upaya efisiensi penghematan air, listrik, alat tulis kantor, plastik, dll (4) Upaya pengelolaan kantin dan atau makanan yang sehat dengan kemasan yang ramah lingkungan, (5) Upaya pengelolaan sampah yang tepat dijadikan sampah yang memiliki nilai jual yang tinggi, (6) Upaya pengelolaan sanitasi dan pembuatan biopori maupun sumur resapan, (7) pembuatan green house sebagai pusat pembelajaran jenis flora dan fauna.<br />
Perjalanan SMA N 1 Temon menuju Sekolah Adiwiyata memang membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi, karena selain gelar ini sangat prestisius dan membanggakan, upaya pencapaiannya membutuhkan partisipasi dan kepedulian semua pihak yang menghuni sekolah. Namun dengan berbekal tekad, usaha dan doa, SMA N 1 Temon akan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi Sekolah Adiwiyata yang selama ini diidam-idamkan. Semoga semua itu terwujud dalam waktu tidak terlalu lama.</p>
<p>Tri Paryati, SPd<br />
Guru SMA N 1 Temon, Kulonprogo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/677/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=677&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/sma-1-temon-menuju-sekolah-adiwiyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KSP-KB SIAP GANDENG PENGUSAHA</title>
		<link>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/ksp-kb-siap-gandeng-pengusaha/</link>
		<comments>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/ksp-kb-siap-gandeng-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 00:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardiya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Woro-woro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardiya.wordpress.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Dalam membuat lagu Keluarga Berencana (KB) yang direncanakan paling tidak 5 lagu sesuai dengan lima aspek garapan Program KB, Kelompok Seni Peduli Keluarga Berencana (KSP-KB) Kabupaten Kulonprogo yang dibentuk berdasarkan SK Bupati No 237 Tahun 2009 dengan Akte Pendirian Group Kesenian No 431/483/AKTE-KT/2009, siap bergandengan dengan para pengusaha terutama dalam pembuatan video klipnya. Dengan kolaborasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=673&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam membuat lagu Keluarga Berencana (KB) yang direncanakan paling tidak 5 lagu sesuai dengan lima aspek garapan Program KB, Kelompok Seni Peduli Keluarga Berencana (KSP-KB) Kabupaten Kulonprogo yang dibentuk berdasarkan SK Bupati No 237 Tahun 2009 dengan Akte Pendirian Group Kesenian No 431/483/AKTE-KT/2009, siap bergandengan dengan para pengusaha terutama dalam pembuatan video klipnya. Dengan kolaborasi ini diharapkan akan mampu mengangkat tidak saja program KB tetapi juga potensi lain yang ada di Kulonprogo sehingga akan banyak mendukung obsesi Pemda dalam mewujudkan “Kulonprogo Go International” dan “Kulonprogo The Jewels of Java”<br />
Dukungan dari pengusaha ini diharapkan akan menjadi pemicu dan pemacu bagi KSP-KB untuk lebih bersemangat membantu pelembagaan program KB di Kulonprogo. Selama ini KSP-KB telah melakukan berbagai kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) KB melalui berbagai media seni tradisional seperti kethoprak, wayang kulit, dagelan KB, campursari, dialog seni melalui radio dan sebagainya. Dengan dukungan dari pengusaha dipastikan pelembagaan program KB melalui pembuatan Lagu KB akan berjalan lancar dan dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas.<br />
Para pengusaha yang ikut terlibat dalam pembuatan lagu KB juga akan mendapat banyak keuntungan. Sebab selain produknya dapat terekspose melalui videoklip  dan lokasi usahanya jadi tempat syuting, mereka juga akan memperoleh manfaat karena dimanapun lagu itu diputar, baik di radio, televisi atau melalui pemutaran film maka para pengusaha dapat menyosialisasikan perusahaannya sekaligus produknya kepada masyarakat luas. Ini akan menjadi nilai plus bagi pengusaha, karena selain berbagai keuntungan di atas para pengusaha akan mendapat imej positif dari masyarakat luas karena kepeduliannya untuk ikut berpartisipasi dalam program KB menuju keluarga dan masyarakat yang sejahtera.  Bagi pengusaha yang berminat dapat berhubungan langsung dengan kami melalui SMS atau telepon dan akan segera ditindaklanjuti.</p>
<p>Sumber Berita: Drs. Mardiya<br />
Koordinator Seksi Humas KSP-KB<br />
Kab. Kulonprogo<br />
HP.087738048525</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardiya.wordpress.com/673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardiya.wordpress.com/673/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardiya.wordpress.com&amp;blog=8905554&amp;post=673&amp;subd=mardiya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardiya.wordpress.com/2011/09/27/ksp-kb-siap-gandeng-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ef1d2dff6ca3ae302bf814c45e3ee70?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mardiya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
